Tren 'Milk Tea' Merendam Kantong Teh Semalaman, Aman atau Berisiko?

CNN Indonesia
Minggu, 25 Jan 2026 09:20 WIB
Ilustrasi. Merendam teh kantong di seliter susu dan disimpan semalaman, lagi tren di media sosial. (iStockphoto/jeewan chandra)
Jakarta, CNN Indonesia --

Tren membuat cold brew milk tea dengan cara merendam kantong teh semalaman di dalam satu liter susu ramai berseliweran di media sosial. Metode ini dipromosikan sebagai cara praktis menghasilkan teh susu yang lebih lembut, creamy, dan minim rasa pahit.

Dalam berbagai video, warganet cukup memasukkan satu hingga dua kantong teh ke dalam botol berisi susu dingin, lalu menyimpannya di kulkas semalaman sebelum diminum keesokan hari.

Namun, melansir The Skimm, peracik teh Steve Schwart mengingatkan bahwa merendam kantong teh terlalu lama, terutama di dalam susu, bukan tanpa risiko. Masalahnya bukan sekadar mitos, melainkan berkaitan dengan pelepasan zat dalam teh, kualitas rasa, hingga aspek keamanan mikrobiologis.

Metode cold brew memang dikenal lebih "ramah" dibandingkan seduhan panas. Air dingin mengekstraksi tanin dan kafein dalam jumlah lebih sedikit, sehingga rasa teh cenderung lebih halus dan tidak getir. Inilah alasan cold brew tea relatif bisa disimpan lebih lama jika menggunakan air dan disimpan pada suhu dingin.

Mengutip Tea from Taiwan, teh mengandung tanin, kafein, flavonoid, dan polifenol yang dilepaskan selama proses penyeduhan. Jika diseduh sesuai waktu anjuran, zat-zat tersebut memberikan rasa seimbang sekaligus manfaat kesehatan.

Namun, merendam kantong teh selama berjam-jam, apalagi lebih dari 12 jam, membuat daun teh terus melepaskan berbagai senyawa aktif tersebut secara berlebihan.

Masalah lain datang dari jenis teh celup itu sendiri. Kantong teh umumnya berisi partikel teh halus (tea dust atau fannings). Partikel kecil ini mengekstraksi zat aktif jauh lebih cepat dan agresif dibandingkan daun teh utuh, sehingga risiko rasa pahit semakin besar jika direndam terlalu lama.

Apakah teh yang dibiarkan semalaman bisa picu kanker?

Kekhawatiran bahwa teh yang dibiarkan semalaman bisa memicu kanker muncul karena teh disebut mengandung amina yang berpotensi berubah menjadi nitrosamin, senyawa yang dikenal bersifat karsinogen.

Namun, anggapan ini perlu diluruskan. Amina sebenarnya banyak ditemukan secara alami dalam berbagai makanan. Tidak semua amina dapat membentuk nitrosamin. Proses pembentukan nitrosamin hanya terjadi ketika amina bebas bereaksi dengan nitrit dalam kondisi tertentu.

Dengan kata lain, hingga kini tidak ada bukti kuat bahwa mengonsumsi teh yang direndam semalaman secara langsung menyebabkan kanker.

Dibandingkan risiko kanker, masalah yang jauh lebih perlu diwaspadai adalah kontaminasi mikroba, terutama jika teh disimpan dengan cara yang tidak tepat.

Jika teh tampak keruh, mengental, atau mengalami perubahan aroma, minuman tersebut sebaiknya langsung dibuang, meskipun baru direndam beberapa jam, bukan hanya semalaman.

Cara menyeduh dan menyimpan teh yang lebih aman

Agar tetap aman bagi tubuh, berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan saat menyeduh dan menyimpan teh:

• Gunakan wadah berbahan kaca, keramik, atau stainless steel food grade.

• Hindari penggunaan wadah plastik, terutama untuk teh panas.

• Seduhan pertama sebaiknya tidak diminum untuk memberi waktu daun teh mengembang sekaligus menghilangkan kotoran dan debu yang mungkin masih menempel.

• Jangan menyimpan teh panas terlalu lama pada suhu ruang.

Dengan cara yang tepat, menikmati teh tetap bisa menjadi kebiasaan sehat tanpa perlu khawatir akan risikonya.

(nga/tis)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK