Menkes: Sekitar 33 Ribu Bayi Meninggal Tiap Tahun di Indonesia
Angka kematian bayi di Indonesia masih menjadi persoalan serius yang perlu mendapat perhatian bersama. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyebut, setiap tahun diperkirakan ada sekitar 33 ribu bayi meninggal di Indonesia.
Jika dirinci, jumlah tersebut setara dengan hampir empat bayi meninggal setiap jam. Fakta ini, menurut Menkes, menjadi salah satu tantangan besar yang harus segera ditangani jika Indonesia ingin mencapai target Indonesia Emas 2045.
"Untuk informasi, angka kematian bayi di Indonesia adalah 33 ribu per tahun," kata Budi dalam sebuah acara di Depok, Jawa Barat, Rabu (14/1) mengutip Detik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia kemudian memaparkan perhitungan sederhana. Angka 33 ribu bayi meninggal per tahun, jika dibagi 365 hari dan 24 jam, berarti sekitar 3 bayi meninggal setiap jam.
"Jadi dalam acara seperti ini, yang berlangsung satu jam, bisa jadi ada tiga bayi yang meninggal di Indonesia," ujarnya.
Tak hanya kematian bayi, angka kematian ibu juga masih tergolong tinggi. Budi menyebut, jumlah kematian ibu mencapai sekitar 4.100 kasus per tahun. Artinya, rata-rata satu ibu meninggal setiap dua jam.
Menurut Budi, menurunkan angka kematian ibu dan bayi harus menjadi prioritas nasional. Pasalnya, kualitas sumber daya manusia sangat menentukan peluang Indonesia menjadi negara berpendapatan tinggi di masa depan.
Dia menjelaskan, untuk masuk kategori negara berpendapatan tinggi, rata-rata penghasilan warga Indonesia perlu mencapai sekitar 14 ribu dolar AS per kapita atau setara Rp236 juta.
"Semakin banyak orang Indonesia yang hidup sehat, berusia produktif, dan memiliki penghasilan, maka peluang kita menjadi negara berpendapatan tinggi akan semakin besar," jelasnya.
Selain kematian ibu dan bayi, persoalan stunting juga masih menjadi tantangan besar. Meski demikian, Budi mengungkapkan ada capaian positif. Untuk pertama kalinya dalam sejarah, angka stunting di Indonesia berhasil turun di bawah 20 persen, yakni menjadi 19 persen.
Namun, angka tersebut dinilai masih terlalu tinggi, terutama jika melihat jumlah kelahiran yang mencapai sekitar 4,8 juta bayi setiap tahun.
"Secara teori, ini memberi kita peluang besar karena penduduk kita masih produktif. Tapi kalau 20 persen anak mengalami stunting, berarti sekitar 960 ribu anak per tahun," ujar Budi.
Dia menambahkan, kondisi tersebut bisa berdampak panjang. Jika hampir satu juta anak setiap tahun tumbuh dengan kemampuan intelektual di bawah rata-rata, maka target pendapatan per kapita 14 ribu dolar AS akan sulit tercapai dalam 20 tahun ke depan.
"Ini yang harus kita cegah bersama," pungkasnya.
Baca selengkapnya di sini.
(tis/tis)[Gambas:Video CNN]


