Jangan Lagi Dipakai, 5 Tren Furnitur Ini Ketinggalan Zaman di 2026

CNN Indonesia
Selasa, 20 Jan 2026 14:45 WIB
Ilustrasi. Sejumlah gaya furnitur yang sempat mendominasi rumah-rumah modern kini mulai dianggap ketinggalan zaman dan kehilangan daya tariknya. (iStockphoto/KatarzynaBialasiewicz)
Jakarta, CNN Indonesia --

Memasuki tahun baru, tren desain interior ikut mengalami pergeseran. Sejumlah gaya furnitur yang sempat mendominasi rumah-rumah modern kini mulai dianggap ketinggalan zaman dan kehilangan daya tariknya.

Para desainer menilai, 2026 menjadi momen untuk meninggalkan tampilan yang terasa berlebihan dan kembali ke desain yang lebih matang serta fungsional.

Di tahun ini, pemilik rumah semakin mengutamakan furnitur yang berkarakter, tahan lama, dan mencerminkan kepribadian, alih-alih sekadar mengikuti gaya yang sedang populer.

Mengutip dari Real Simple, berikut merupakan tren furnitur yang mulai ditinggalkan di 2026.

1. Motif kerang

Motif kerang mulai ditinggalkan pada tahun 2026. Pendiri Storie Collective, Sara Swabb mengatakan, motif ini sempat sangat populer dan terlihat manis jika digunakan secara tepat. Namun, karena terlalu sering muncul, kesan elegan yang dulu dimilikinya kini memudar.

Pendiri ADROIT Architecture & Interior Design, Madelaine Mayer menambahkan bahwa gelombang kerang yang berlebihan bisa membuat ruangan terlihat kekanak-kanakan dan kurang berkelas. Menurutnya, penggunaan motif ini kini terasa mudah ditebak.

2. Furniture ala developer

Furnitur standar ala rumah baru dari developer juga mulai ditinggalkan. Swabb menilai, masyarakat kini lebih paham desain dan ingin ruang yang mencerminkan karakter pribadi, bukan sekadar pilihan aman.

Pemilik rumah kini mencari furnitur dengan cerita, detail unik, dan kualitas yang terasa. Sentuhan personal pada elemen dasar dinilai mampu membuat ruangan terasa lebih hidup dan berkelas.

3. Furnitur kayu berwarna terang

Kayu berwarna terang seperti oak pucat, ash, dan maple perlahan bergeser dari tren utama. Jenis kayu ini kini terasa datar jika dibandingkan dengan warna kayu yang lebih kaya seperti walnut atau mahogani.

Meningkatnya minat terhadap furnitur vintage turut mendorong kembalinya warna kayu yang lebih gelap dan hangat. Selain terlihat lebih klasik, kayu dengan tone dalam juga dinilai memberi kesan mewah dan tahan tren.

4. Kursi berlapis rumbai

Ilustrasi. (iStockphoto/Artjafara)

Meski terlihat elegan, furnitur dengan detail tufted dinilai kurang praktis. Kursi berumbai cenderung lebih keras dan tidak senyaman kursi tanpa detail tersebut. Selain itu, celah-celah pada rumbai membuat furnitur lebih sulit dibersihkan.

Bagi pecinta tampilan rumbai desainer menyarankan kompromi dengan mengaplikasikan detail ini di bagian luar furnitur, bukan pada area dudukan utama.

5. Motif beralur (fluted)

Detail garis-garis vertikal bertekstur sempat mendominasi berbagai elemen interior, mulai dari backsplash dapur hingga furnitur.

Namun, menurut desainer Ashley Fiocco, tren ini kini terasa terlalu sering digunakan. Awalnya dianggap unik dan segar, tetapi kini dinilai berlebihan. Pada tahun 2026, banyak desainer mulai kembali ke garis yang lebih sederhana dan klasik agar tampilan rumah terasa lebih abadi.

Tren furnitur 2026 bergerak ke arah desain yang lebih tenang, fungsional, dan berkarakter. Bukan lagi soal mengikuti tren semata, melainkan menciptakan ruang yang nyaman dan personal dalam jangka panjang.

(nga/asr)


KOMENTAR

TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK