Ada 225 Tempat Wisata dan 162 Cagar Budaya di Aceh Rusak Akibat Banjir
Bencana banjir dan tanah longsor sejak November 2025 melanda dan melumpuhkan wilayah Aceh. Totalnya ada 225 tempat wisata dan 162 cagar budaya mengalami kerusakan akibat dari bencana ini.
Dari semuanya, mayoritas destinasi wisata yang paling terdampak adalah di sekitar kawasan Kabupaten Gayo Lues. Juru bicara Pos Komando Penanganan Bencana Aceh, Murthalamuddin mengkonfirmasi bahwa kerusakan di wilayah tersebut yang paling berat.
Ia menuturkan berdasarkan data yang diperoleh, tercatat 198 objek wisata yang rusak berat di Kabupaten Gayo Lues. Sementara itu, 18 objek wisata lainnya tergolong rusak sedang, dan sisanya yaitu sebanyak sembilan objek wisata dinyatakan rusak ringan.
"Destinasi wisata rusak berat di Kabupaten Gayo Lues sebanyak 65 lokasi, disusul Aceh Tamiang 42, Bireuen 20, Bener Meriah 19, dan Pidie Jaya (13)," papar Murthalamuddin, Rabu (14/1), seperti dilansir Detik.
Menyusul Kabupaten Gayo Lues, destinasi wisata di wilayah lainnya juga tergolong mengalami kerusakan mayor. Di Aceh Singkil tercatat 10 lokasi, Aceh Utara sebanyak delapan lokasi, Aceh Tengah sebanyak delapan lokasi, Aceh Timur sebanyak enam lokasi, Aceh Tenggara sebanyak empat lokasi. Sementara di Langsa, Subulussalam dan Aceh Barat tercatat masing-masing satu lokasi.
Ada pula beberapa wilayah yang destinasi wisatanya dinyatakan rusak sedang, dengan total 18 destinasi. Di Aceh Utara terdapat tiga lokasi, Lhokseumawe terdapat empat lokasi, Aceh Tengah terdapat tujuh lokasi. Sementara Subulussalam, Nagan Raya, Bener Meriah, dan Bireuen masing-masing satu lokasi.
Destinasi wisata di beberapa wilayah Aceh lainnya tergolong rusak ringan. Di antaranya Kabupaten Aceh Utara tercatat dua lokasi, Kota Langsa tercatat satu lokasi, Aceh Tengah tercatat tiga lokasi, Bireuen tercatat satu lokasi, dan Subulussalam tercatat satu lokasi.
"Bencana hidrometeorologi juga berdampak pada 162 cagar budaya di Aceh," lanjut Murthala.
Dari total 162 cagar budaya yang terdampak, sebanyak 56 mengalami rusak ringan, 90-nya rusak sedang, serta 16 sisanya tergolong rusak berat.
Meskipun banyak tempat wisata dan cagar budaya yang rusak, tetapi Murthalamuddin percaya bahwa Aceh bisa segera bangkit dan pulih kembali setelah bencana tersebut.
"Kami optimistis sektor pariwisata dan pelestarian cagar budaya Aceh bisa pulih. Penanganan darurat terus berjalan, dan selanjutnya akan difokuskan pada pemulihan yang berkelanjutan agar masyarakat bisa kembali beraktivitas secara normal," tutupnya.
(ana/wiw)