Kemenkes Sebut Varian Influenza Ini Mendominasi di RI, Bukan Super Flu
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menyebut, kasus infeksi Influenza A (H3N2) subclade K atau 'super flu' tidak mengalami lonjakan selama beberapa pekan terakhir.
Direktur Penyakit Menular Kemenkes Prima Yosephine mengatakan, Indonesia bahkan telah melewati puncak peningkatan kasus influenza musiman.
Alih-alih varian 'super flu', Prima justru menyebut varian virus Influenza lain yang mendominasi di Indonesia. Varian itu adalah virus Influenza H1.
"Di satu minggu terakhir itu malah yang ada itu adalah yang sub-tipe H1. Jadi bukan H3," ujar Pria di Gedung DPR/MPR, Jakarta Pusat, Senin (19/1), melansir detikhealth.
Kendati demikian, aktivitas mobilisasi antar-negara disebut masih berpotensi memicu penyebaran super flu meluas. Kemenkes meminta masyarakat, utamanya yang berpergian ke luar negeri, agar tetap waspada.
"Pakai masker walaupun tidak sakit, kemudian tentu PHBS umum ya. Cuci tangan dengan sabun, kemudian makan yang bergizi, istirahat yang cukup. Itu tetap," ujar Prima.
Ia juga menegaskan, influenza adalah penyakit yang bisa sembuh dengan sendirinya. Untuk itu, tindakan seperti menjaga kekebalan tubuh dan mempraktikkan gaya hidup bersih jadi salah satu kunci untuk mengatasi influenza.
Hingga awal Januari lalu, sebanyak 62 kasus super flu terdeteksi di Indonesia. Jawa Timur menyumbang jumlah kasus terbanyak.
Super flu sendiri merupakan penyakit pernapasan yang disebabkan oleh subvarian virus Influenza A. Di sejumlah negara, subvarian ini memicu lonjakan kasus flu yang tinggi, dengan gejala yang dilaporkan lebih parah.
Kelompok anak, lanjut usia (lansia), dan orang dengan komorbid atau penyakit penyerta menjadi kelompok paling berisiko mengalami gejala parah akibat super flu.
(asr/asr)