Terbangun Tengah Malam? Ini 5 Cara agar Kamu Bisa Tidur Lagi
Terbangun tengah malam sering bikin frustrasi. Kenapa? Sulit sekali untuk kembali tidur padahal kamu ingin memulai hari dengan tubuh segar. Oleh karenanya, terapkan cara-cara berikut agar kamu tetap bisa istirahat.
Tidur nyenyak dan berkualitas sangat penting untuk kesehatan. Namun saat sudah mendapat tidur nyenyak, tiba-tiba saja tengah malam terbangun.
Masalah tak berhenti sampai di situ. Untuk kembali tidur, ternyata bukan urusan mudah. Sebenarnya kamu tak perlu khawatir sebab cara-cara berikut ampuh membawamu kembali tidur nyenyak.
1. Pernapasan mendalam
Para ahli merekomendasikan pernapasan lambat dan dalam untuk kembali tidur.
Melansir dari Sleep Foundation, jenis pernapasan ini akan mengaktifkan sistem saraf parasimpatik yang berperan dalam relaksasi tidur.
Salah satu teknik pernapasan yang disarankan adalah metode 4-7-8. Kamu disarankan menghirup udara lewat hidung selama empat hitungan, tahan napas selama tujuh hitungan, dan mengembuskan napas lewat mulut selama 8 hitungan.
2. Meditasi
Meditasi khususnya meditasi mindfulness melibatkan fokus saat ini dan memperhatikan apa yang terjadi dari sudut pandang rasa ingin tahu ketimbang penilaian.
Kamu bisa bermeditasi dengan pendampingan lewat video pendek atau podcast.
3. Mendengarkan musik atau ASMR
Penelitian menunjukkan mendengarkan musik atau white noise dapat membantu tidur lebih cepat dan jarang terbangun di malam hari.
Suara lain yang dapat meningkatkan kualitas tidur yakni, autonomous sensory meridian response (ASMR). Respons ini melibatkan sensasi geli di kulit kepala dan tulang belakang.
ASMR seringkali berupa bisikan, gerakan lambat, dan suara yang jernih.
4. Blok suara keras
Jika kamu bukan tipe yang bisa mendengarkan suara apa pun selama tidur, maka coba tutup jendela dan pintu. Kemudian gunakan penyumbat telinga.
5. Bangun dari tempat tidur
Kalau dalam 15 menit kamu belum bisa tidur, maka coba pindah ke ruangan lain untuk melakukan sesuatu yang menenangkan.
Usahakan untuk tidak menatap jam sebab bisa memicu perasaan cemas. Riset menemukan kecemasan dan kesulitan tidur itu saling terkait.
(els)