Penipuan Eks Kru Kabin, Nyamar Jadi Pilot Bisa Terbang Ratusan Kali
Pernah nonton film "Catch Me If You Can"? Cerita di film yang dibintangi Leonardo DiCaprio ini ternyata mirip dengan kasus di dunia penerbangan yang terjadi Amerika Serikat (AS) sekitar akhir tahun lalu.
Seperti tokoh Frank Abagnale di film tersebut, seorang mantan pramugara berulah menjadi penipu ulung. Ia menyamar menjadi pilot dan kru pesawat dengan identitas palsu untuk bisa terbang gratis sampai ratusan kali.
Dallas Pokornik (33), pria asal Toronto yang dulunya benar bekerja sebagai awak kabin untuk maskapai penerbangan yang berbasis di Toronto. Namun, ia sudah berhenti dari pekerjaannya itu pada tahun 2019, seperti yang dilansir dari Independent.
Meskipun sudah berstatus sebagai mantan pramugara, tetapi ia masih terus menggunakan tanda pengenal atau ID karyawannya yang lama, alias menggunakan identitas palsu. Ini Pokornik lakukan untuk menjalankan aksinya, berpura-pura menjadi pramugara bahkan pilot agar bisa mendapat kursi penerbangan gratis.
Jadi, skema penipuannya ini adalah Pokornik akan menyamar dan bertingkah layaknya ia seorang kru aktif dengan ID karyawannya itu. Seperti setiap penerbangan pada umumnya, di pesawat biasanya ada kursi lompat (Jump Seat), yang disediakan khusus di dalam kabin atau di ruang kokpit.
Jump Seat bisa digunakan secara gratis bagi pilot maupun kru maskapai yang sedang tidak bertugas, biasanya untuk 'menumpang' pulang atau pergi ke satu tujuan.
Nah, celah ini yang dimanfaatkan oleh Pokornik untuk dapat duduk di kursi tersebut, sehingga ia bisa ikut penerbangan tanpa harus bayar.
Skema penipuan ini ia lakukan sampai empat tahun lamanya. Setidaknya sudah terhitung ratusan kali penerbangan gratis yang dia dapatkan dengan cara menipu.
Diduga Pokornik sudah melakukan aksi penipuan ini di tiga maskapai besar AS, seperti Hawaiian Airlines, United Airlines, dan American Airlines. Meskipun demikian, belum ada konfirmasi resmi maskapai mana saja yang sudah menjadi korbannya.
Seperti kata pepatah, "sepandai-pandainya tupai melompat, pasti akan jatuh juga", setelah empat tahun lolos sebagai penipu, akhirnya kebohongan Pokornik itu ketahuan.
Pada Oktober 2025 Dallas Pokornik ditangkap di Panama. Pengadilan federal Hawaii menjatuhkan dakwaan tuduhan penipuan kawat (wire fraud) kepada Pokornik, karena menggunakan teknologi komunikasi untuk melakukan kejahatan penipuan.
Setelah itu, Pokornik diekstradisi (dipindahkan) ke Amerika Serikat untuk diadili. Pokornik mengajukan pembelaan bahwa dirinya tidak bersalah. Namun, hakim memerintahkannya untuk tetap di dalam tahanan.
Cerita Pokornik ini menjadi sorotan karena dianggap mirip seperti film "Catch Me If You Can". Sama-sama menceritakan seorang pria yang menyamar sebagai pilot untuk melakukan penipuan.
(ana/wiw)