Atraksi Gajah Tunggang di Bali Akhirnya Resmi Dihentikan

CNN Indonesia
Senin, 26 Jan 2026 18:00 WIB
Ilustrasi gajah. (Jeshoots/Jan Vasek)
Jakarta, CNN Indonesia --

Mason Elephant Park Bali resmi menghentikan atraksi gajah tunggang mulai 25 Januari 2026. Pihak manajemen Mason Elephant Park akhirnya menutup total atraksi tersebut, setelah sebelumnya pihaknya telah menerima surat peringatan kedua dari Kementerian Kehutanan sejak 21 Januari 2026.

Mason Elephant Park di Gianyar, Bali, awalnya menawarkan atraksi menunggang gajah (elephant riding) kepada pengunjung. Tempat ini kemudian disorot karena masih tetap melayani atraksi gajah tunggang, meskipun Kementerian Kehutanan sudah melayangkan surat peringatan (SP), yang dikirim melalui Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA).

Pada Rabu (21/1), Manajer Mason Elephant Park, Ketut Sari mengakui bahwa atraksi gajah tunggang tersebut masih dibuka dan belum ada rencana penghentian atraksi elephant riding di Mason Elephant Park.

"Ya, (atraksi gajah tunggang) masih buka," kata Sari mengakui saat ditemui di kantornya, Rabu (21/1), melansir Detik.

Surat Peringatan yang sudah dilayangkan meminta pihak manajemen Mason Elephant Park untuk menghentikan atraksi gajah tunggang di sana dalam waktu maksimal satu bulan.

Meskipun sudah ada SP tersebut, tetapi kata Sari, penghentian atraksi ini akan berdampak signifikan pada pendapatan perusahaan. Terlebih lagi mengingat Mason Elephant Park ini merupakan lembaga konservasi sekaligus tempat wisata.

"Jujur, revenue kami otomatis berkurang 50 persen lebih. Biaya operasional untuk kesejahteraan gajah dan staf kami tidak akan mencukupi jika (atraksi gajah tunggang) langsung ditutup," jelas Sari.

Namun akhirnya, setelah dua kali ditegur dengan SP, PT Wisatareksa Gajah Perdana mengumumkan penutupan seluruh atraksi gajah tunggang di kawasannya tersebut per 25 Januari 2026. Hal ini telah dikonfirmasi oleh pihak BKSDA melalui surat edaran.

"PT Wisatareksa Gajah Perdana menyampaikan bahwa perusahaan secara resmi menghentikan seluruh aktivitas gajah tunggang (elephant riding) per tanggal 25 Januari 2026," terang Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bali, Ratna Hendratmoko dalam siaran pers, Senin (26/1).

Di hari yang sama, sore harinya dilakukan sidak terhadap Mason Elephant Park, khususnya terkait atraksi gajah tunggang di sana. Hasil sidak menyimpulkan, tidak ada lagi aktivitas menunggang gajah yang dilakukan oleh pengunjung maupun karyawan Mason Elephant Park.

"Berdasarkan hasil pemantauan pada pukul 16.00 Wita, diketahui sudah tidak ditemukan adanya peragaan gajah tunggang di lembaga konservasi tersebut," ujar Ratna.

Ke depannya, kata Ratna, BKSDA Bali akan terus melakukan pengawasan, dengan pendampingan teknis dan pelaporan berkala ke Kementerian Kehutanan.

Hal ini bukan hanya dilakukan terhadap Mason Elephant Park, tetapi juga untuk semua lembaga konservasi di Bali, guna memastikan kebijakan yang berlaku benar-benar diterapkan seluruhnya.

"Kami kembali menegaskan bahwa seluruh lembaga konservasi wajib menghentikan elephant riding dan mulai bertransformasi menuju wisata satwa yang lebih edukatif, inovatif, dan beretika," pungkasnya.

(ana/wiw)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK