Asal-usul Papan Iklan Pelari Glico Man yang Ikonik di Osaka

CNN Indonesia
Rabu, 28 Jan 2026 12:00 WIB
papan iklan pelari Glico Man yang ikonik di Osaka, Jepang. (istockphoto/Besides the Obvious)
Jakarta, CNN Indonesia --

Distrik Dotonbori di Osaka, Jepang, adalah tempat yang ikonik dengan papan-papan iklan raksasanya. Tak sedikit wisatawan yang datang berkunjung untuk berkuliner, belanja, atau bahkan sekadar melihat tempat yang meriah tersebut.

Salah satu yang paling ikonik dan legendaris di tengah Distrik Dotonbori ini adalah sebuah papan iklan raksasa dengan gambar pelari Glico Man. Sekarang, papan ini bukan hanya sebagai papan iklan biasa, tapi sudah menjadi ikon budaya dan spot paling populer yang tak pernah dilewatkan wisatawan yang datang ke Osaka.

Papan iklan raksasa yang berada tepat di atas Jembatan Ebisubashi tersebut sudah berdiri sejak lebih dari 90 tahun yang lalu. Bahkan saking legendarisnya, Organisasi Pariwisata Nasional Jepang sudah menganggapnya sebagai maskot tidak resminya Dotonbori.

Melansir dari VN Express, papan iklan Glico Man ini ditempatkan di sana pada tahun 1935. Bertahun-tahun berlalu, ketika papan lain di sekitarnya mulai diturunkan dan diganti dengan iklan yang baru, pelari Glico Man masih terpampang di sana.

Papan iklan Glico Man yang dipasang oleh perusahaan Ezaki Glico pada awalnya untuk mempromosikan permen karamel mereka. Nah, mungkin kamu bertanya-tanya, apa hubungannya permen karamel dengan gambar pria berlari? Ternyata ada filosofi dan cerita di baliknya.

Jadi, semuanya bermula pada tahun 1920-an, saat pendiri perusahaan tersebut yaitu Riichi Ezaki menciptakan permen karamel. Ezaki ingin membuat permen menggunakan glikogen yang diekstraksi dari tiram, sehingga camilan ini bergizi untuk anak-anak.

Energi dari permen Glico ini kemudian diiklankan dengan slogan "satu butir, 300 meter". Nah, ikon pelari ini ditampilkan sebagai gambaran seorang pelari yang memakan permen karamel Glico bisa memecahkan garis finis sambil mengangkat tangannya.

Hampir satu abad berlalu setelah pemasangannya, papan Glico Man tak pernah diganti. Meskipun Dotonbori mengalami perubahan, tetapi posisi Glico Man tak juga digeser sedikitpun.

Namun, pada tahun 1943, papan ini sempat dibongkar ketika Perang Dunia II berlangsung karena kekurangan logam. Setelah perang usai, papan pelari Glico akhirnya dipasang kembali. Sampai hari ini, papan iklan bergambar pelari Glico itu masih menjadi pusat perhatian di Dotonbori Osaka.

Sudah hampir 100 tahun, papan ini juga telah melalui enam pembaruan. Sebagian besar pembaruan fokus pada peningkatan material yang digunakan dan pencahayaan. Sementara gambar pelari masih dilestarikan sampai saat ini.

Versi sebelumnya, papan iklan tersebut menggantung dan menggunakan pencahayaan lampu neon tradisional. Sejak 2014, ada pembaruan dengan menggunakan layar LED dan menjadi versi terbaru sampai hari ini.

Di versi terbarunya, gambar pelari Glico Man yang ikonik masih ditampilkan. Namun, latar belakangnya bisa berganti-ganti berdasarkan dengan musim, acara, atau kebutuhan khusus yang bisa disesuaikan.

Ketika malam hari, lampu LED papan reklame ini akan menyala, tepatnya sekitar 30 menit setelah matahari terbenam sampai tengah malam. Ini waktu yang paling direkomendasikan untuk mengunjungi Distrik Dotonbori dan melihat gagahnya Glico Man.

Papan iklan Glico Man semakin mendapat sorotan, setelah beredar di media sosial turis yang berbondong-bondong datang ke tempat ini. Mereka menjadikan tempat ini sebagai spot foto, sambil berpose seperti pelari dengan tangan terangkat dan kaki yang ditekuk satu.

Untuk mengunjungi Distrik Dotonbori dan menemukan Glico Man juga mudah. Lokasinya ada di Jembatan Ebisubashi, Distrik Dotonbori, Osaka, Jepang.

Paling dekat adalah turun di Stasiun Namba, kemudian menuju pintu keluar 14. Stasiun Namba ini punya banyak pintu keluar, jadi untuk memudahkan navigasi kamu bisa menggunakan Google Maps dan cari "Glico Sign" atau "Ebisubashi Bridge".

Setelah itu, bisa berjalan sedikit ke arah utara untuk menyusuri Dotonbori. Dalam tiga menit, kamu akan melihat Jembatan Ebisubashi dengan papan Glico Man di sisi kirinya.

(ana/wiw)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK