LAPORAN DARI PARIS

Jonathan Anderson 'Menyelamatkan' Couture Lewat Koleksi Teranyar Dior

Fandi Stuerz | CNN Indonesia
Selasa, 27 Jan 2026 17:15 WIB
Koleksi debut Jonathan Anderson bersama Dior di Paris Couture Week berupaya untuk menyelamatkan haute couture dari kepunahan.
Debut koleksi couture Jonathan Anderson bersama Dior di Paris Couture Week, Senin (26/1). (REUTERS/Benoit Tessier)
Jakarta, CNN Indonesia --

"Setelah wanita, bunga adalah ciptaan yang paling agung."

Kalimat itu pernah keluar dari Christian Dior di masa lampau. Kini, kalimat tersebut menjadi poros konseptual dalam koleksi perdana haute couture Jonathan Anderson untuk Dior.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bukan sekadar kutipan arsip, kalimat itu menjadi prinsip yang memandunya menciptakan koleksi ini. Anderson melihat alam sebagai struktur, sumber inspirasi, dan sistem yang hidup.

Koleksi haute couture untuk musim panas 2026 ini berangkat dari upaya merumuskan ulang apa itu couture di abad ke-21. Menurutnya, dunia couture penuh dengan savoire-faire yang penting, namun terancam punah. Merilis koleksi couture jadi cara utama untuk menyelamatkannya dari kepunahan.

Anderson bertransformasi. Lulusan London College of Fashion ini sempat mendirikan label eponim dan menjadi 'arsitek' bagi Loewe. Kini, ia menjadi direktur kreatif Christian Dior yang berada di bawah LVMH.

Penunjukannya sebagai direktur kreatif Dior tahun lalu menempatkannya dalam buku sejarah yang panjang dan berat. Pertemuannya dengan John Galliano memberikan bobot simbolik tersendiri. Anderson menyebut Galliano sebagai pahlawan masa kecilnya.

Hadiah buket cyclamen dari Galliano menjadi genesis koleksi ini. Bunga kecil itu ia sertakan di undangan, lalu muncul di seluruh langit-langit tempat show ini diadakan di Museum Rodi.

Di sini, bunga bukan hanya menjadi dekorasi, melainkan juga simbol dari baton estafet.

Anderson membuka show ini dengan tiga exit berupa gaun yang mengingatkan pada look pembuka ready-to-wear-nya. Namun, dengan versi yang lebih kompleks dibuat sepenuhnya secara handmade. Volume jam pasir Dior klasik dibentuk melalui tulle yang dirut dan dijahit, terlihat besar namun ringan.

Pertanyaan yang ia ajukan--bagaimana menciptakan struktur yang ringan untuk Dior--langsung menggemakan obsesi Christian Dior akan arsitektur tubuh, yang sekaligus mengingatkan pada teknik Galliano di akhir 1990-an. Kala itu, korset, bias cut, dan drapery, yang awalnya hanyalah dianggap sebagai teknik saja, menjadi alat naratif.

A model presents a creation by designer Jonathan Anderson as part of his Haute Couture Spring/Summer 2026 collection show for fashion house Dior in Paris, France, January 26, 2026. REUTERS/Benoit TessierDebut koleksi couture Jonathan Anderson bersama Dior di Paris Couture Week, Senin (26/1). (REUTERS/Benoit Tessier)

Salah satu gestur yang tidak lazim adalah banyaknya tampilan hasil rajut ke dalam wilayah couture. Gaun-gaun avant-garde serta sweater yang lebih tradisional memperluas bahasa couture dari dalam.

Rajut yang biasanya terlihat kasual, menjadi medan eksperimentasi material. Serat dipintal dan dirajut secara simultan, mengaburkan batas antara bahan mentah dan busana jadi. Pendekatan ini mengingatkan pada semangat eksperimental Galliano di era Dior, tetapi dengan material yang lebih cool tanpa terlihat terlalu berat.

Sikap kontrarian lain muncul dalam cara Anderson 'merendahkan' kemewahan. Rok malam sutra berbordir dipasangkan dengan tank top rib tipis nyaris transparan. Perpaduan high-low ini menunjukkan pentingnya relevansi couture di dunia modern yang serba cepat dan industri yang kian penuh dengan fast fashion.

Aksesori di koleksi ini juga memperkuat narasi wunderkammer yang disebut Anderson dalam show note. Tas kulit berukuran besar, clutch amplop dari jacquard sutra, hingga minaudière dari mother-of-pearl yang disayat tipis tampil sebagai objek untuk dikoleksi.

Sepatu loafers dibuat dari bahan yang menyerupai tekstil Prancis abad ke-18, stola dari alpaka dan satin sutra, serta perhiasan kain dan aluminium yang dilukis tangan. Untuk pertama kalinya, koleksi tas-tas ini menjadi 'tas couture', termasuk reinterpretasi baru Lady Dior.

Simak ulasan selengkapnya di halaman berikutnya..

Jonathan Anderson 'Menyelamatkan' Couture Lewat Koleksi Teranyar Dior BACA HALAMAN BERIKUTNYA

HALAMAN:
1 2