Tips Ahli Agar Konsisten Olahraga, Mulai dari Lingkungan
Menjaga konsistensi berolahraga kerap menjadi tantangan banyak orang. Semangat yang menggebu di awal sering kali meredup di tengah jalan.
Padahal, menurut para ahli, kunci konsisten berolahraga tidak selalu bertumpu pada motivasi, melainkan kebiasaan dan lingkungan.
Founder Primafit sekaligus life coach, Brian Billdt, mengatakan lingkungan memiliki peran besar dalam membentuk perilaku seseorang, termasuk dalam hal kebugaran.
"Coba lihat lima orang terdekat kita. Kalau mereka suka olahraga, makan sehat, dan tidur berkualitas, itu akan mengasuh kita ke arah yang sama. Tapi kalau salah bergaul, yang tidak suka olahraga dan pola makannya berantakan, kita bisa ikut terbawa," kata Brian saat sesi Talkshow dalam acara CNN Indonesia Wellnest Festival 2026, di Jakarta, Jumat (30/1).
Ia menilai, memilih lingkungan yang mendukung gaya hidup sehat dapat menjadi 'pengingat alami' agar tetap bergerak aktif. Tanpa perlu dipaksa, kebiasaan baik akan terbentuk perlahan.
Selain lingkungan, Brian menekankan pentingnya membangun kebiasaan. Menurutnya, kebiasaan adalah fondasi utama dalam perjalanan kebugaran jangka panjang.
"Habits itu segalanya. Kebiasaan memang butuh waktu, tapi kalau sudah terbentuk, kita tidak lagi bergantung pada motivasi," ujarnya.
Motivasi, lanjut Brian, bersifat naik turun. Ada hari-hari ketika tubuh dan pikiran terasa enggan bergerak. Namun, kebiasaan akan tetap 'memaksa' seseorang untuk berlatih meski tanpa semangat.
Ia juga menyinggung soal identitas diri dalam berolahraga. Ketika seseorang sudah menganggap olahraga sebagai bagian dari dirinya, aktivitas fisik tak lagi terasa sebagai beban.
"Ini soal identitas. Kalau kita sudah merasa, 'memang saya orang yang aktif', rasanya sulit untuk benar-benar melepas olahraga," jelasnya.
Dalam perjalanannya sendiri, Brian mengaku telah banyak mengubah pola latihan. Jika dulu ia fokus pada latihan berat dengan durasi singkat, kini ia lebih memilih latihan dengan intensitas lebih rendah namun berdurasi lebih lama.
"Sekarang cardio bisa sampai satu jam dengan intensitas yang disesuaikan. Latihan beban juga diturunkan intensitasnya," katanya.
Ia menegaskan, konsistensi jauh lebih penting dibandingkan memaksakan latihan berat. Bahkan saat sedang tidak mood, Brian memilih tetap berlatih dengan intensitas lebih ringan.
"Kalau lagi tidak mood, saya kurangi intensitas. Yang penting tetap latihan. Itu jauh lebih baik daripada tidak sama sekali," ucapnya.
Brian juga membagikan trik sederhana agar tidak kalah oleh rasa malas, yakni dengan menyiapkan diri sejak awal.
"Sebelum sempat merasa malas, sepatu sudah dipakai. Walaupun hujan, tetap bangun dari tempat tidur," tuturnya.
(tis/tis)