3 Maskapai China Batalkan Semua Penerbangan pada 49 Rute ke Jepang

CNN Indonesia
Minggu, 01 Feb 2026 16:40 WIB
Eskalasi ketegangan diplomatik antara China dan Jepang berdampak sistematis pada sejumlah sektor, salah satunya penerbangan.
Pesawat China Southern Airlines di Beijing Daxing International Airport di Beijing, China (STR / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia --

Eskalasi ketegangan diplomatik antara China dan Jepang berdampak sistematis pada sejumlah sektor, salah satunya penerbangan.

Seluruh jadwal penerbangan pada 49 rute udara antara China dan Jepang resmi dibatalkan untuk periode Februari 2026.

Data dari platform informasi penerbangan Flight Master menunjukkan bahwa pembatalan massal ini dilakukan seiring langkah maskapai-maskapai China memperpanjang kebijakan perubahan tiket dan pengembalian dana khusus untuk perjalanan terkait Jepang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut laporan China Daily, pembatalan penerbangan massal ini mencatatkan tren kenaikan yang signifikan dalam dua bulan terakhir.

Pada Januari 2026, tingkat pembatalan penerbangan dari China ke Jepang mencapai 47,2 persen, melonjak 7,8 poin persentase dibandingkan Desember 2025.Kemudian pada Februari 2026, total 49 rute penerbangan dipastikan berhenti beroperasi sepenuhnya.

Melansir Reuters, tiga maskapai raksasa China, Air China, China Eastern, dan China Southern Airlines, telah memperpanjang kebijakan bebas biaya pembatalan hingga 24 Oktober tahun ini.

Kebijakan ini merupakan respons langsung atas pernyataan Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi pada November lalu, yang mengisyaratkan keterlibatan militer Tokyo jika terjadi serangan terhadap Taiwan.

Langkah pembatalan massal ini bertepatan dengan peringatan resmi dari pemerintah China agar warganya tidak berkunjung ke Jepang selama libur Tahun Baru Imlek, periode libur terpanjang di China, yang biasanya menjadi puncak arus wisata mancanegara.

Dampak dari "perang dingin" pariwisata ini mulai terlihat jelas pada data akhir tahun lalu. Jumlah turis China ke Jepang merosot tajam hingga 45 persen pada Desember lalu.

Meski kunjungan warga China anjlok, Menteri Pariwisata Jepang mencatat bahwa total jumlah wisatawan mancanegara ke Jepang secara keseluruhan justru tetap mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah berkat diversifikasi pasar.

Di sisi lain, pembatalan penerbangan massal ini mengisyaratkan Beijing memakai kekuatan pasarnya sebagai instrumen tekanan diplomatik terhadap Tokyo.

(wiw)


[Gambas:Video CNN]