Tak Sabar Menanti Dibukanya Kembali Museum Edo-Tokyo yang Populer
Jepang tengah tak sabar menanti dibukanya kembali salah satu museum paling populer, Museum Edo-Tokyo. Setelah sempat tutup sejak tahun 2022 karena renovasi makro, sekarang tempat bersejarah ini akan kembali menyambut pengunjung pada 31 Maret 2026.
Museum Edo-Tokyo merupakan tempat untuk mempelajari sejarah perjalanan kota Tokyo sejak zaman Edo di tahun 1603-1868. Perjalanan dari masa ke masa, sampai hari ini menjadi Tokyo yang merupakan nadi dari Negeri Sakura.
Museum ini berlokasi di Ryogoku, wilayah yang sangat erat dengan budaya di zaman Edo. Di tempat ini, seorang seniman legendaris bernama Katsushika Hokusai dilahirkan. Sosok yang menciptakan lukisan ombak (The Great Wave off Kanagawa).
Bukan hanya Hokusai yang membuat tempat ini berharga, tetapi juga Ryogoku adalah distrik yang menjadi pusat hiburan di masa lalu, yaitu distrik Nigiwai. Hiruk pikuk dan kemeriahannya masih membekas dan terbayang hingga hari ini.
Belum selesai sampai di sana, Ryogoku juga semakin spesial dengan menjadi rumah bagi olahraga tradisional Sumo sejak tahun 1700-an. Itulah beberapa alasan mengapa Museum Edo-Tokyo didirikan di Ryogoku, karena banyak rekam jejak krusial yang terjadi di tanah ini.
Museum Edo-Tokyo dibuka pada Maret 1993. Pembukaannya berhasil menarik perhatian warga Jepang saat itu. Bangunan ini meskipun berisi nilai sejarah, tetapi dari luar di desain dengan modern bergaya avant-garde oleh arsitek Kiyonori Kikutake.
Melansir Travel and Leisure, tujuan dibukanya Museum Edo-Tokyo adalah sebagai tempat untuk belajar dan memahami bagaimana kehidupan di sana antar generasi ke generasi.
Memperlihatkan keseharian yang terjadi di Tokyo dari 420 tahun lalu sejak Tokugawa Leyasu diangkat menjadi Shogun oleh kaisar Go-Yōzei. Setelah diangkat menjadi Shogun, Tokugawa mendirikan Edo sebagai pusat pemerintahan yang baru.
Semenjak tempat ini dibuka, Museum Edo-Tokyo menerima kunjungan sampai tahun 2022, tepatnya ketika pandemi Covid melanda. Pada tahun itu, terjadi renovasi besar-besaran, ini pertama kalinya dalam 33 tahun bagi Museum Edo-Tokyo.
Di bawah pengawasan arsitek Shohei Shigematsu, Museum Edo-Tokyo akan hadir dengan wajah baru di delapan lantainya, tujuh lantai di atas tanah dan satu lainnya di bawah tanah.
Di hari pembukaannya nanti, akan dirilis dua fitur baru yang menjadi penanda awal baru bagi Museum Edo-Tokyo.
Terdapat beberapa replika baru yang ditonjolkan sekarang. Pertama adalah replika daerah distrik Ginza yang ikonik di zaman Meiji (1868-1912). Ginza dulunya adalah pusat perbelanjaan yang pernah hancur karena kebakaran hebat di tahun 1872, sebelum akhirnya mereka bangkit kembali membangun Ginza dengan gaya Barat.
Ada pula replika Menara Jam Ginza dengan tinggi 85 kaki atau sekitar 25 meter. Menara ini merupakan ikon dari Ginza, yang dicetuskan oleh Kintarō Hattori pada tahun 1894.
Selain replika tersebut, sejumlah koleksi artefak juga akan dipamerkan di museum. Mulai dari lukisan kuno, balok kayu, peralatan rumah tangga, patuh, sampai foto. Menariknya, ada tambahan teknologi proyeksi digital yang akan menghiasi langit-langit museum.
Pembukaannya masih bulan Maret, tetapi promosi acaranya sudah digencarkan dari bulan lalu. Sejumlah acara promosi digelar di stasiun kereta JR Ryogoku, khususnya di Platform 3 stasiun yang disulap dengan menghadirkan suasana Museum Edo-Tokyo. Acara ini dilengkapi dengan pameran, iluminasi, dan festival makanan.
(ana/wiw)