Apa Itu Pick Me? Istilah yang Dikaitkan dengan Prilly Latuconsina

CNN Indonesia
Kamis, 05 Feb 2026 14:00 WIB
Ilustrasi. Istilah pick me girl muncul kembali di media sosial dan jadi viral. (iStockphoto/Khosrork)
Jakarta, CNN Indonesia --

Istilah pick me kembali ramai dibicarakan di media sosial setelah nama Prilly Latuconsina terseret dalam perbincangan warganet soal 'open to work' yang ternyata disebut-sebut sebagai trik marketing.

Di kolom komentar berbagai platform, label pick me bermunculan. Lantas, apa sebenarnya arti istilah ini dan mengapa sering digunakan?

Secara umum, pick me merupakan istilah slang yang dipakai untuk menyebut seseorang yang dianggap mencari validasi lawan jenis dengan cara menonjolkan diri sebagai 'berbeda' dari orang lain.

Mengutip Today, pick me girl didefinisikan sebagai perempuan yang berusaha mendapatkan perhatian atau pengakuan dari laki-laki dengan cara merendahkan perempuan lain atau menolak hal-hal yang dianggap feminin.

Beberapa ciri yang kerap dilekatkan pada label ini antara lain mengaku tidak suka berdandan, menyebut pertemanan perempuan penuh drama, atau menampilkan diri sebagai sosok yang sederhana dan tidak ribet agar terlihat lebih disukai laki-laki.

Sementara itu, Cosmopolitan mencatat ungkapan pick me mulai populer dari dialog serial Grey's Anatomy. Dalam salah satu adegan, karakter Meredith Grey berkata, "Pick me. Choose me. Love me." Sejak saat itu, frasa tersebut berkembang menjadi label sosial yang kerap digunakan dengan nada sindiran.

Seiring waktu, istilah pick me tak lagi sekadar menjadi kritik terhadap internalisasi standar patriarki. Di media sosial, istilah ini sering dipakai sebagai cara cepat untuk menilai sikap atau kepribadian seseorang.

Urban Dictionary bahkan mencatat bahwa istilah ini awalnya dimaksudkan untuk mengkritik seksisme anti-perempuan. Namun, dalam praktiknya, label tersebut justru kerap digunakan untuk merendahkan perempuan lain.

Dalam konteks media sosial saat ini, seseorang bisa disebut pick me hanya karena dianggap:

• berbeda pendapat dengan mayoritas perempuan,

• tidak menampilkan diri sesuai stereotip feminin tertentu, atau

• menyuarakan pengalaman personal yang dinilai 'tidak mewakili'.

Tak hanya perempuan, istilah pick me boy juga muncul. Pick me boy menggambarkan laki-laki yang menggunakan sikap merendahkan diri (self-deprecating talk) untuk memancing simpati dan perhatian perempuan.

Misalnya, dengan menyebut diri tidak menarik atau selalu tersakiti, lalu berharap perempuan memberikan bantahan atau validasi emosional. Ketika respons yang diharapkan tidak datang, sikap tersebut bisa berubah menjadi defensif atau bahkan menyalahkan perempuan.

Dalam kasus Prilly, penyematan label pick me oleh warganet muncul dari potongan pernyataan atau sikap yang ditafsirkan secara subjektif. Fenomena ini menunjukkan bagaimana istilah pick me kini kerap digunakan tanpa konteks utuh, termasuk terhadap figur publik.

Seiring makin longgarnya penggunaan istilah ini, pick me sering berfungsi sebagai cap instan di media sosial. Maknanya pun terus bergeser, mencerminkan cara warganet memberi penilaian cepat, alih-alih menggambarkan perilaku yang sebenarnya terjadi.

(nga/tis)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK