Punya Foto Vulgar di Ponsel, Model OnlyFans Ditolak Masuk Singapura

CNN Indonesia
Selasa, 10 Feb 2026 19:45 WIB
Model OnlyFans asal Taiwan ditolak masuk Singapura dan dideportasi setelah petugas imigrasi Bandara Changi menemukan foto-foto sensitif (vulgar) di ponselnya.
Bandara Internasional Changi, Singapura. (AFP/Roslan Rahman)
Jakarta, CNN Indonesia --

Seorang turis asal Taiwan, yang merupakan konten kreator platform OnlyFans, tidak bisa masuk ke Singapura. Ia ditolak dan dideportasi setelah petugas imigrasi Bandara Changi menemukan foto-foto sensitif (vulgar) di ponselnya.

Fang Qi Yuan adalah seorang influencer wanita dari Taiwan yang memiliki 1,2 juta pengikut di Instagram. Selain itu, ia juga aktif di OnlyFans, platform yang dikenal untuk membagikan konten dewasa dengan cara langganan akun.

Baru-baru ini, ia mengungkit kembali kejadian tak mengenakan saat ia tak diizinkan masuk ke Singapura. Setelah ponselnya diperiksa petugas bandara dan ditemukan foto-foto vulgar, Fang ditolak masuk ke Singapura.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Melansir VN Express, pada tanggal 29 September 2025, Fang mendarat di Bandara Changi, Singapura. Tak lama setelah itu, ia tiba-tiba dibawa oleh petugas bandara, bahkan sebelum Fang sempat memperlihatkan paspornya.

Berdasarkan cerita yang dia unggah di media sosial pada Rabu (4/2/), Fang mengatakan setelah ia dibawa oleh petugas bandara, ponselnya kemudian disita dan digeledah. Petugas laki-laki itu menemukan foto-foto telanjang dan seksual yang Fang ambil untuk akun OnlyFans-nya.

Setelah itu petugas tidak mengizinkan Fang masuk ke Singapura. Fang dideportasi dan dikirim kembali ke Taiwan. Namun, hari itu ia tidak diberitahu alasan mengapa kedatangannya ini ditolak.

Menanggapi postingan Fang tersebut, pada Sabtu (7/2), Immigration & Checkpoints Authority (ICA) Bandara Changi membuka suara. Pihaknya menjelaskan alasan mengenai penolakan masuk Fang di tanggal 29 September 2025 tersebut.

Setibanya Fang di Singapura hari itu, ia dirujuk untuk pemeriksaan lebih lanjut terkait izin imigrasi. Pemeriksaan ini meliputi wawancara dan pemeriksaan barang bawaan.

Dalam pemeriksaan ini, petugas menemukan foto-foto vulgar yang ada di ponsel Fang. Setelah dipertimbangkan, petugas ICA memutuskan bahwa Fang tidak memenuhi syarat untuk mendapat izin kunjungan. Oleh karena itu, ia ditolak masuk ke Singapura.

ICA menegaskan kembali bahwa untuk masuk ke Singapura, turis asing tidak bisa secara otomatis diizinkan hanya karena dokumen yang dibawanya sudah lengkap.

Lebih dari itu, ICA memiliki wewenang untuk menolak permintaan itu apabila turis dinilai tidak cocok atau tidak memenuhi syarat masuk ke Singapura.

"Ini bukan hak atau otomatis (langsung masuk). Setiap izin masuk pengunjung dilihat berdasarkan penilaian khusus sendiri," ujar juru bicara Immigration & Checkpoints Authority (ICA).

Pihaknya menambahkan, semua pelancong yang ingin masuk ke Singapura dinilai secara individual oleh petugas di pos pemeriksaan imigrasi, tepat setelah mereka datang di bandara.

Oleh karena itu, turis perlu memenuhi persyaratan masuk Singapura. Mereka mungkin perlu melewati wawancara atau pemeriksaan tambahan sebelum diberi izin masuk ke Singapura.

Dalam kasus Fang ini, ia dinilai tidak memenuhi syarat atau mungkin tidak sesuai dengan kebijakan yang berlaku di Singapura. Negara ini diakui memiliki undang-undang yang ketat karena memperhatikan reputasinya sebagai negara yang aman, bersih, dan terorganisir.

(ana/wiw)


[Gambas:Video CNN]