Bandara Dubai Kebanjiran Penumpang, Pemerintah Lirik Bandara Lain
Bandara Internasional Dubai (DXB) kembali menegaskan posisinya sebagai pusat penerbangan tersibuk di dunia. Sepanjang 2025, bandara ini mencatatkan rekor terbaru dengan melayani 95,2 juta penumpang.
Capaian tersebut sekaligus mengukuhkan Dubai sebagai salah satu simpul penerbangan global paling strategis, baik sebagai destinasi akhir maupun titik transit. Sektor pariwisata, bisnis, hingga investasi properti yang terus berkembang menjadi pendorong utama meningkatnya lalu lintas penerbangan internasional di kota tersebut.
Dalam tiga tahun terakhir, Dubai juga konsisten memecahkan rekor kedatangan wisatawan. Tren pertumbuhan di Bandara Dubai terlihat signifikan sejak periode pascapandemi, dengan kenaikan sekitar 5 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Sebagai perbandingan, pada 2024 Bandara Dubai melayani 92,3 juta penumpang. Angka tersebut kemudian melonjak menjadi 95,2 juta penumpang pada 2025, menjadikannya tonggak baru dalam sejarah penerbangan emirat tersebut.
India tercatat sebagai tujuan internasional dengan jumlah penumpang terbesar, mencapai 11,9 juta orang. Posisi berikutnya ditempati Arab Saudi dengan 7,5 juta penumpang, serta Inggris dengan 6,3 juta penumpang.
Saat ini, Bandara Dubai mengoperasikan 108 maskapai dengan rute penerbangan ke 291 kota di 110 negara. Namun, di tengah lonjakan lalu lintas yang terus meningkat, pemerintah setempat mulai menyiapkan langkah strategis untuk mengalihkan sebagian operasional ke Bandara Internasional Al Maktoum (DWC).
Pemerintah menargetkan pemindahan operasional penerbangan internasional secara bertahap ke Bandara Al Maktoum pada 2032 guna mengurai kepadatan di DXB. Bandara yang mulai beroperasi sejak 2010 tersebut selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal.
Saat pandemi Covid-19, Al Maktoum bahkan sempat difungsikan sebagai lokasi parkir pesawat Airbus A380 milik Emirates karena minimnya aktivitas penerbangan. Kini, bandara yang berjarak sekitar 45 kilometer dari DXB itu mulai dihidupkan kembali dengan melayani penerbangan kargo, komersial, hingga jet pribadi.
Di balik pertumbuhan ekonomi dan pariwisata yang pesat, Dubai juga menghadapi tantangan baru. Kepadatan lalu lintas di dalam kota kian parah, sementara biaya hidup bagi penduduk lokal maupun wisatawan terus meningkat signifikan.
(ana/tis)