Ini 5 Alasan Mengapa Makin Tua Makin Malas Bersosialisasi
Usia bertambah rasanya semakin malas nongkrong, keluar rumah, atau sekadar basa-basi. Apa kamu merasa demikian? Fenomena ini terbilang lumrah. Berikut beberapa alasan mengapa semakin tua semakin malas bersosialisasi.
Seiring bertambahnya usia, banyak orang mulai menyadari circle pertemanan mereka tak lagi seluas dulu. Ajakan nongkrong berkurang, energi untuk berbasa-basi menipis, bahkan keinginan untuk sekedar keluar rumah pun terasa berbeda.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Fenomena ini bukan sekadar soal kesibukan, melainkan bagian dari perubahan alami dalam prioritas hidup, pengalaman, dan kondisi fisik maupun mental.
Menukil dari Psychology Today, sebuah penelitian menemukan bahwa rendahnya kemampuan bersosialisasi karena perubahan cara otak terhubung seiring bertambahnya usia.
Hal ini karena jaringan saraf yang berkaitan dengan memori dan kesadaran diri menjadi lebih lemah, sementara jaringan yang memicu stres emosional menjadi lebih aktif. Kondisi ini membuat interaksi sosial terasa lebih melelahkan dibandingkan saat usia lebih muda.
Pada usia 20 an, banyak orang menikmati rutinitas berkumpul hingga larut malam, menghadiri berbagai acara, dan aktif memperluas jaringan pertemanan. Namun memasuki usia 30 an dan seterusnya, suasana hati dan preferensi sosial bisa berubah. Malam yang dulu identik dengan hangout kini tergantikan oleh waktu istirahat di rumah.
Mengutip dari berbagai sumber, berikut sejumlah alasan mengapa seseorang cenderung makin malas bergaul seiring bertambahnya usia.
1. Prioritas berubah
Tanggung jawab pekerjaan, keluarga, dan urusan pribadi menyita lebih banyak waktu dan energi. Jika dulu akhir pekan digunakan untuk bertemu teman, kini waktu luang terasa lebih berharga untuk beristirahat atau bersama keluarga dekat.
Melansir dari Clever Dude, seiring bertambahnya usia, banyak orang lebih selektif dalam menggunakan energinya. Mereka memilih interaksi yang bermakna dibanding sekadar ramai-ramai tanpa kedekatan emosional.
2. Perubahan lingkungan
Bertambahnya usia juga berarti menghadapi perubahan dalam hubungan. Teman pindah kota, sibuk dengan keluarga masing-masing, atau perlahan menjauh karena perbedaan fase hidup.
Kondisi ini membuat sebagian orang merasa seolah tidak lagi memiliki banyak teman. Padahal, yang terjadi sering kali adalah pergeseran kualitas hubungan, bukan sekadar jumlahnya.
3. Tingkat energi menurun
Ilustrasi. Semakin bertambah usia biasanya percakapan mendalam dalam kelompok kecil lebih disukai ketimbang interaksi dalam keramaian. (Pexels.com/Mental Health America) |
Bagi sebagian orang, menarik diri dari keramaian menjadi cara untuk menjaga ketenangan. Acara besar atau pertemuan yang penuh basa-basi bisa terasa melelahkan.
Mengutip dari A Conscious Rethink, banyak orang yang semakin dewasa lebih menyukai percakapan mendalam dalam kelompok kecil dibanding interaksi dalam keramaian.
4. Faktor kesehatan dan kondisi mental
Kesehatan fisik juga berperan. Nyeri kronis, gangguan tidur atau penurunan stamina dapat membuat aktivitas sosial terasa berat. Selain itu, kondisi seperti kecemasan sosial atau depresi dapat menurunkan keinginan untuk berinteraksi.
Dalam beberapa kasus, menarik diri bukan sekadar preferensi melainkan tanda bahwa seseorang sedang mengalami tekanan emosional atau ketidakpuasan hidup.
5. Lebih selektif
Ilustrasi. Semakin dewasa semakin malas bersosialisasi karena lebih selektif dalam menjalin relasi. (Yemima Prasetya Christiana Putri) |
Melansir Tiny Changes Matter, menjadi lebih tertutup bukan selalu berarti antisosial dalam arti negatif. Dalam psikologi, istilah antisosial berbeda makna dan berkaitan dengan gangguan kepribadian tertentu. Sementara dalam kehidupan sehari-hari, banyak orang sebenarnya hanya menjadi lebih selektif.
Seiring usia, banyak orang merasa lebih nyaman hidup dengan ritme yang lebih lambat. Mereka memilih kedamaian, kestabilan, dan hubungan yang berkualitas dibanding kuantitas.
(nga/els)[Gambas:Video CNN]

Ilustrasi. Semakin bertambah usia biasanya percakapan mendalam dalam kelompok kecil lebih disukai ketimbang interaksi dalam keramaian. (Pexels.com/Mental Health America)
Ilustrasi. Semakin dewasa semakin malas bersosialisasi karena lebih selektif dalam menjalin relasi. (Yemima Prasetya Christiana Putri)