Ini 9 Jenis Kecerdasan Majemuk pada Anak, Orang Tua Perlu Tahu

CNN Indonesia
Rabu, 20 Mei 2026 02:00 WIB
Cerdas tak melulu soal IQ, ada beberapa jenis kecerdasan majemuk pada anak yang orang tua perlu tahu.
Ilustrasi. Cerdas tak melulu soal IQ, ada beberapa jenis kecerdasan majemuk pada anak yang orang tua perlu tahu. (iStockphoto/metamorworks)

6. Kecerdasan interpersonal

Kecerdasan ini berkaitan dengan kemampuan memahami orang lain. Anak interpersonal mudah berempati, suka bekerja dalam kelompok, dan peka terhadap perasaan teman.

Mereka sering menjadi penengah saat terjadi konflik dan nyaman berbicara di depan banyak orang. Selain itu, anak dengan kecerdasan ini cenderung memiliki komunikasi yang baik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

7. Kecerdasan intrapersonal

Berbeda dari interpersonal, kecerdasan intrapersonal berkaitan dengan kemampuan memahami diri sendiri. Anak tipe ini cenderung reflektif, sadar akan perasaannya, dan nyaman berpikir secara mandiri.

Mereka mungkin tidak selalu vokal, tetapi memiliki pemahaman yang dalam tentang motivasi dan emosi diri. Anak dengan kecerdasan intrapersonal biasanya senang menganalisis teori dan ide.

8. Kecerdasan naturalis

Anak dengan kecerdasan naturalis memiliki ketertarikan kuat pada alam, hewan, dan lingkungan sekitar. Mereka mudah mengenali jenis tanaman atau hewan dan senang berada di luar ruangan.

Biasanya anak tipe ini menunjukkan rasa ingin tahu tinggi terhadap fenomena alam dan sains lingkungan. Selain itu, mereka juga cenderung tertarik pada mata pelajaran seperti botani dan biologi.

9. Kecerdasan eksistensial

Kecerdasan eksistensial merupakan jenis kecerdasan kesembilan yang diusulkan pada teori Gardner. Pada kecerdasan ini, anak memiliki kemampuan untuk menggali pertanyaan-pertanyaan yang lebih dalam tentang kehidupan.

Anak dengan tipe kecerdasan ini cenderung memiliki pandangan jangka panjang dan ketertarikan pada pertanyaan-pertanyaan tentang makna hidup hingga kematian.

Sekolah biasanya sering lebih menekankan kecerdasan linguistik dan logis-matematis. Padahal, anak dengan kecerdasan kinestetik atau visual mungkin justru kesulitan jika metode belajar hanya berupa ceramah dan buku teks.

Memahami kecerdasan majemuk membantu orang tua dan guru menyesuaikan pendekatan belajar. Anak kinestetik bisa diberi kesempatan belajar sambil bergerak, atau anak visual bisa dibantu dengan diagram dan gambar.

Selain itu, mengetahui kecerdasan majemuk dapat membantu orang dewasa paham bahwa setiap anak cerdas dengan caranya sendiri. Tugas orang dewasa bukan membandingkan, melainkan membantu menemukan dan mengembangkan potensi yang sudah ada.

(nga/rti) Add as a preferred
source on Google

HALAMAN:
1 2