Agar Hidup Lebih Baik, Jangan Jauh dari Ulama dan Hukama
Umat Islam dianjurkan untuk menjalin kedekatan dengan para ulama dan orang-orang bijak (hukama). Pasalnya, keduanya merupakan sumber nasehat yang baik.
"Mendengarkan nasehatnya bisa memperkuat keimanan dan diberikan bimbingan," ujar ulama sekaligus Wakil Presiden ke-13 RI Ma'ruf Amin dalam program Kultum Kemuliaan Ramadan 2026 CNNIndonesia, Jumat (20/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengutip Syekh Nawawi al-Bantani, ulama sendiri dibagi menjadi tiga kelompok sesuai hadis. Pertama adalah ulama yang mengerti tentang hukum-hukum Allah.
"Ini tentang halal haram, penentu fatwa," ujar Maruf.
Kedua, adalah ulama sebagai ahli tauhid. Sementara ketiga adalah ulama yang dikategorikan sebagai orang-orang bijak atau hukama.
Menurut Ma'ruf, bergaul dengan para hukama akan memberikan pendidikan akhlak untuk kita.
"Mereka selalu membimbing hati kita, memperbaiki diri kita, pandangan mereka lebih manfaat daripada ucapannya," ujar dia menambahkan.
Banyak cara ulama memberikan pelajaran kepada umat Islam. Beberapa ulama memberikannya dengan cara yang biasa seperti berceramah. Tapi yang istimewa, ada ulama yang bisa berbahasa hanya lewat pandangannya.
"Itulah orang yang keadaan diamnya saja [sudah] membangkitkan kita, untuk mengingatkan kita pada kesalahan, untuk cepat bertaubat, dan meluruskan kepala atau hati kita," ujar Ma'ruf.
Rasulullah SAW juga pernah mengatakan, bergaul dengan para ulama sama seperti bergaul dengan orang baik. Ibarat bergaul dengan orang yang memakai minyak wangi. Meski kita tak menggunakan minyak wangi, kita tetap kecipratan aroma sedapnya.
Jika ada yang lari dari ulama, lanjut Ma'ruf, maka hal-hal buruk bisa jadi akan menimpa. Sebut saja keberkahan yang dicabut, diberikan pemimpin zalim, hingga keluar dari dunia tanpa iman.
"Itulah sebabnya kita dianjurkan untuk tidak jauh dari ulama, karena di dalam pergaulan dengan ulama itu akan membawa pengaruh yang baik," pungkas dia.
Saksikan program Kultum Kemuliaan Ramadan setiap hari jelang Magrib atau waktu berbuka puasa di siaran CNNIndonesia.
(asr)[Gambas:Video CNN]
