Pameran Gratis Artefak Rasulullah di Bogor, dari Janggut hingga Siwak
Memasuki bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, Pemerintah Kabupaten Bogor, Jawa Barat, menyuguhkan destinasi wisata religi yang istimewa. Sebuah pameran artefak peninggalan Nabi Muhammad SAW dan para sahabat resmi dibuka di area Laga Satria, kawasan Pakansari, Cibinong, Bogor, tepat di samping Masjid Raya Nurul Wathon.
Pameran ini menjadi kado bagi umat Muslim yang ingin memperdalam sejarah Islam sekaligus memperkuat nilai spiritual di bulan penuh berkah.
Tak hanya untuk warga Bogor, pameran ini terbuka bagi masyarakat umum dari mana pun dan yang menarik tak ada pungutan biaya alias gratis untuk masuk ke pameran ini.
Bupati Bogor Rudy Susmanto meresmikan pameran ini pada Jumat (20/2) sebagai bentuk apresiasi terhadap nilai-nilai sejarah dan budaya Islam. Pameran dijadwalkan berlangsung selama satu bulan penuh hingga menjelang Hari Raya Idul Fitri.
"Ini adalah momentum berharga bagi kita untuk mengenal sejarah dan budaya Islam lebih dalam. Silakan masyarakat hadir untuk melihat, belajar, dan berdoa," ujar Rudy saat pembukaan pameran, seperti dilansir Antara.
Sebanyak 75 artefak peninggalan Rasulullah SAW dan para kerabatnya dipamerkan secara apik. Pengunjung dapat melihat langsung benda-benda yang selama ini hanya bisa dibayangkan lewat literatur sejarah, antara lain:
- Peninggalan Pribadi: Rambut, janggut, sandal, tongkat, jubah, hingga wadah minum milik Rasulullah SAW.
- Koleksi Bersejarah: Kiswah Ka'bah, batu pondasi Ka'bah, siwak, dan jubah makam Rasulullah SAW.
- Perlengkapan Perang: Pedang legendaris milik Khalid bin Walid, Sayyidina Husain, hingga sang penakluk Konstantinopel, Muhammad Al Fatih.
Beberapa benda yang menjadi pusat perhatian pengunjung adalah darah bekam Rasulullah dan replika perlengkapan perang yang membawa suasana nostalgia kejayaan Islam di masa lampau.
Berikut informasi tentang Pameran Artefak Nabi Muhammad SAW dan para sahabat di Pakansari, Bogor, Jawa Barat.
- Lokasi: Area Laga Satria, Pakansari, Cibinong (dekat Masjid Raya Nurul Wathon).
- Jam Operasional: Setiap hari, pukul 09.00 WIB hingga 21.00 WIB.
- Tiket Masuk: Gratis bagi seluruh lapisan masyarakat.
Pemerintah daerah bersama panitia telah menyiapkan fasilitas pendukung untuk kenyamanan pengunjung, termasuk area khusus bagi masyarakat yang ingin duduk tenang, bermunajat, atau berdoa di sekitar artefak.
Terkait aspek keamanan, Rudy memastikan pengamanan ketat telah disiagakan bersama aparat terkait guna menjaga ketertiban dan melindungi benda-benda bersejarah tersebut selama 24 jam.
"Hadirnya barang-barang peninggalan ini di Kabupaten Bogor adalah keberkahan. Kami berharap masyarakat bisa memanfaatkan waktu yang ada untuk membangkitkan semangat batin di bulan suci ini," tutup Rudy.
(wiw/wiw)