Gorengan Rumahan Lebih Sehat untuk Buka Puasa?

CNN Indonesia
Senin, 16 Mar 2026 10:00 WIB
Gorengan rumahan dianggap lebih sehat saat buka puasa. Benarkah? Simak penjelasan dokter berikut ini.
Ilustrasi. Konon gorengan rumahan lebih sehat dari gorengan yang dijual di pinggir jalan. (iStockphoto/airdone)
Jakarta, CNN Indonesia --

Banyak orang merasa lebih aman menyajikan gorengan buatan sendiri saat berbuka puasa. Alasannya sederhana proses memasak dilakukan di rumah dan dinilai lebih terkontrol.

Namun, benarkah gorengan rumahan otomatis lebih sehat dibandingkan yang dijual di luar?

Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah, Yislam Aljaidi, menjelaskan bahwa anggapan tersebut umumnya berkaitan dengan penggunaan minyak goreng.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sebenarnya itu karena penggunaan minyaknya ya. Jadi, kita nggak tahu kan kalau di luar itu dia (minyak) sudah dipakai berapa kali. Apa disaring atau dia memang murni minyak baru," kata Yislam, Kamis (19/2), seperti dilansir detikHealth.

Menurut dia, kualitas minyak menjadi faktor penting yang membedakan gorengan rumahan dan gorengan yang dijual di luar. Minyak yang dipakai berulang kali dan dipanaskan terus-menerus dapat mengalami perubahan kimia yang berdampak buruk bagi kesehatan.

Penggunaan minyak yang telah berkali-kali dipakai berisiko meningkatkan kadar kolesterol jahat (LDL) dalam tubuh. Sebaliknya, penggunaan minyak baru cenderung lebih aman meski tetap harus dibatasi.

"Ketika dia menggunakan minyak yang baru, memang kadar kolesterolnya tidak setinggi kita menggunakan minyak yang berulang-ulang digunakan," ujar Yislam.

Meski begitu, ia mengingatkan bahwa gorengan tetap bukan pilihan makanan ideal untuk dikonsumsi terlalu sering saat berbuka puasa. Menu berbuka sebaiknya tetap memperhatikan keseimbangan gizi.

"Jadi boleh saja sesekali, tapi jangan terlalu sering. Tetap pentingkan gizi yang lain, proteinnya harus tinggi, karbohidratnya cukup dengan makanan lemak sehat, nah itu lebih penting," jelasnya.

Artinya, memasak gorengan sendiri memang memberi kendali lebih terhadap kualitas minyak. Namun, frekuensi konsumsi dan pola makan seimbang tetap menjadi kunci menjaga kesehatan selama menjalani puasa.

(nga/tis) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]