Ini 5 Makanan yang Harus Dihindari Saat Perut Kosong Setelah Puasa

CNN Indonesia
Jumat, 06 Mar 2026 19:15 WIB
Ada beberapa jenis makanan yang harus dihindari saat berbuka puasa agar perut tetap nyaman. Apa saja itu?
Ilustrasi. Ada beberapa jenis makanan yang harus dihindari saat berbuka puasa agar perut tetap nyaman. (iStock/torwai)
Daftar Isi
Jakarta, CNN Indonesia --

Anda perlu memilih dan memilah makanan saat berbuka puasa. Soalnya, ada sejumlah makanan yang harus dihindari setelah perut kosong seharian.

Kondisi perut kosong selama berjam-jam membuat sistem pencernaan justru perlu beradaptasi kembali secara bertahap. Jika salah memilih makanan, Anda bisa mengalami perut kembung, begah, nyeri lambung, hingga gangguan pencernaan lainnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Makanan yang harus dihindari saat perut kosong seharian

Sayangnya, tak sedikit orang yang berbuka puasa dengan hidangan berlebih. Mulai dari gorengan, minuman manis, hingga makanan berat.

Namun apakah berbagai makanan ini perlu dihindari agar perut tetap nyaman? Berikut ini daftar jenis makanan yang harus dihindari saat berbuka puasa:

1. Makanan instan dan tinggi garam

Mengutip laman Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Admisi Husada, konsumsi makanan tinggi garam setelah puasa dapat meningkatkan kebutuhan cairan tubuh dan berisiko memicu dehidrasi serta lonjakan tekanan darah sementara.

Mi instan, camilan asin, serta berbagai makanan olahan memang praktis dan menggugah selera, tetapi kandungan natriumnya cenderung tinggi.

Saat tubuh baru kembali menerima asupan setelah puasa, makanan alami dan rendah garam akan membantu menjaga keseimbangan cairan serta mencegah rasa haus berlebihan pada malam hari.

2. Gorengan dan makanan berlemak tinggi

Tak dapat dimungkiri, gorengan hampir selalu hadir di meja saat berbuka. Meski terasa nikmat, makanan tinggi lemak lebih sulit dicerna saat perut kosong.

Lemak berlebih dapat memperlambat pengosongan lambung dan memicu rasa tidak nyaman, terutama bagi mereka yang memiliki riwayat asam lambung atau gangguan pencernaan.

Mengonsumsi gorengan dalam jumlah banyak juga bisa membuat tubuh terasa lebih berat dan mudah mengantuk setelah berbuka.

3. Minuman bersoda dan makanan penghasil gas

Ilustrasi diet sodaFoto: iStockphoto/Nednapa
Ilustrasi minuman bersoda.

Melansir laman IPB, keluhan perut kembung saat puasa umumnya disebabkan oleh penumpukan gas di saluran cerna. Minuman bersoda, kol, kacang-kacangan tertentu, serta makanan yang mudah menghasilkan gas dapat memperparah kondisi tersebut.

Selain jenis makanan, cara makan juga berpengaruh. Mengonsumsi makanan dalam porsi besar sekaligus setelah perut kosong seharian dapat membuat lambung terasa penuh dan tidak nyaman.

4. Makanan dan minuman yang terlalu manis

Makanan manis memang membantu mengembalikan energi dengan cepat. Meski demikian, konsumsi gula berlebihan saat berbuka dapat menyebabkan lonjakan gula darah yang tajam, lalu turun kembali dengan cepat, sehingga tubuh terasa lemas.

Penting untuk menjaga pola makan dengan prinsip kecukupan, keseimbangan, moderasi, dan keberagaman. Asupan gula, garam, dan lemak tetap perlu dibatasi agar kesehatan tetap terjaga, termasuk selama bulan Ramadhan.

5. Makan dalam porsi besar sekaligus

Selain ada jenis makanan yang harus dihindari, kebiasaan makan juga berperan penting. Puasa tidak secara langsung menyebabkan perut kembung. Keluhan ini biasanya muncul akibat pola makan yang kurang tepat saat sahur ataupun berbuka.

Makan terlalu cepat dan dalam jumlah besar sekaligus dapat membuat lambung bekerja lebih berat. Sebaiknya makan dilakukan secara perlahan, mengunyah dengan baik, dan memberi jeda sebelum menambah porsi agar sistem pencernaan dapat menyesuaikan diri.

Untuk menjaga perut tetap nyaman, berbuka sebaiknya diawali dengan air putih untuk mengganti cairan tubuh, kemudian dilanjutkan dengan makanan ringan seperti kurma atau buah.

Setelah itu, beri waktu sebelum mengonsumsi makanan utama yang terdiri dari karbohidrat kompleks, protein, dan sayuran.

Memperhatikan jenis serta porsi makanan saat berbuka tidak hanya membantu mencegah gangguan pencernaan, tetapi juga menjaga energi tetap stabil hingga waktu sahur.

(anm/rti)