7 Penyebab Testis Terpelintir, Bisa Dipicu dari Kebiasaan Sehari-hari

CNN Indonesia
Selasa, 24 Feb 2026 19:30 WIB
Selain kelainan dan faktor keturunan, kebiasaan sehari-hari tertentu juga bisa meningkatkan risiko testis terpelintir. Apa saja itu?
Selain kelainan dan faktor keturunan, kebiasaan sehari-hari tertentu juga bisa meningkatkan risiko testis terpelintir. (iStockphoto/dragana991)
Daftar Isi
Jakarta, CNN Indonesia --

Testis terpelintir atau dalam istilah medis disebut torsio testis, merupakan kondisi serius yang menyebabkan rasa sakit hebat pada testis atau buah zakar. Anda perlu tahu apa saja penyebabnya sebagai langkah antisipasi.

Melansir Cleveland Clinic, torsio testis terjadi ketika tali spermatik yang memasok darah ke testis berputar dan memotong aliran darah. Kalau tidak segera ditangani, testis bisa mengalami kematian jaringan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Testis sendiri merupakan organ reproduksi laki-laki yang terletak dalam kantong skrotum yang menggantung di bawah penis. Fungsinya, memproduksi hormon dan sperma.

Apa saja penyebab testis terpelintir?

Meskipun kasus torsio testis tergolong jarang atau langka, kondisi ini biasanya terjadi secara tiba-tiba dan membutuhkan penanganan medis darurat.

Pada sebagian besar laki-laki, torsio testis terasa seperti nyeri hebat yang muncul tiba-tiba. Rasa nyeri terkadang menjalar ke perut atau membuat seseorang merasa ingin muntah, bahkan menimbulkan kesulitan berjalan.

Merangkum dari berbagai sumber, berikut beberapa penyebab umum testis terpelintir yang perlu diwaspadai.

1. Bell clapper deformity

Biasanya, testis tidak bisa bergerak bebas di dalam skrotum karena jaringan penyangga yang kuat. Namun, beberapa orang tertentu memiliki kelainan bawaan seperti bell clapper deformity yang membuat testis bergerak lebih bebas.

Menurut Healthline, kondisi ini meningkatkan risiko tali spermatik berputar dan menyebabkan torsio testis. Deformitas ini menjadi penyebab sekitar 90 persen kasus testis terpelintir.

2. Faktor keturunan

Jika laki-laki di keluarga Anda pernah mengalami testis terpelintir, Anda berpotensi mengalaminya juga. Faktor genetik yang pasti memang belum diketahui, tetapi adanya deformitas bell clapper deformity diduga berperan kuat.

Meski demikian, hanya sekitar 10 persen penderita torsio testis yang memiliki riwayat keluarga serupa.

3. Masa pubertas

Usia menjadi faktor penting dalam risiko torsio testis, terutama pada rentang 12 hingga 18 tahun saat masa pubertas. Pada masa ini, testis tumbuh lebih besar dan berat, sehingga lebih rentan berputar.

Perubahan hormon juga memengaruhi kekuatan ligamen penyangga testis. Oleh karena itu, remaja harus ekstra waspada.

4. Posisi tidur menyamping

Posisi tidur menyamping juga bisa menimbulkan masalah pada laki-laki. Tidur miring dapat menekan testis dan penis di antara kaki, sehingga meningkatkan tekanan pada organ reproduksi.

Pada remaja dan anak laki-laki, posisi tidur ini dapat memicu testis berputar sehingga menyebabkan torsio. Jika kondisi ini berlangsung lebih dari 12 jam, testis bisa mengalami kerusakan jaringan akibat kekurangan oksigen.

5. Aktivitas fisik intens atau cedera

Aktivitas fisik seperti berlari, melompat, atau berputar dengan cepat dapat menyebabkan testis berputar di dalam skrotum, khususnya jika struktur penyangga testis sudah longgar.

Adapun cedera pada area selangkangan, misalnya terkena tendangan saat bermain sepak bola atau jatuh, juga dapat memicu kondisi ini. Namun, torsio testis tidak selalu disebabkan oleh cedera. Banyak pula kasus terjadi saat istirahat akibat struktur skrotum yang longgar.

6. Paparan udara dingin

Selain posisi tidur, paparan udara dingin saat tidur juga bisa menjadi penyebab testis terpelintir. Kondisi ini disebut torsio nokturnal, yang terjadi ketika otot-otot skrotum berkontraksi akibat suhu dingin, sehingga testis berputar.

7. Menggunakan skinny jeans

Mengikuti tren penggunaan skinny jeans dan jenis celana ketat lainnya, ternyata berkontribusi pada peningkatan kasus testis terpelintir. Menurut Peak Men's Health, celana ketat membatasi gerakan di area selangkangan dan menyebabkan tekanan berlebih pada testis.

Jika Anda merasakan nyeri testis yang tajam, parah, atau berlangsung lama akibat celana ketat, segera konsultasikan ke dokter spesialis urologi untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Itu dia beberapa kemungkinan penyebab torsio testis atau kondisi buah zakar terpelintir. Jangan abaikan rasa nyeri hebat pada testis, terutama jika disertai mual, segera konsultasikan dengan dokter terkait.

(rti)