Jumlah Turis Asing Ditolak Masuk Singapura Melonjak Hampir 40 Persen

CNN Indonesia
Kamis, 26 Feb 2026 09:00 WIB
Sebanyak 45.700 orang pelancong ditolak masuk di gerbang perbatasan Singapura pada 2025, naik 38,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Bandara Internasional Changi Singapura. (CNN Indonesia/M. Andika Putra)
Jakarta, CNN Indonesia --

Otoritas Imigrasi dan Pos Pemeriksaan (ICA) Singapura mencatat lonjakan tajam jumlah pelancong asing yang dilarang masuk ke negara tersebut sepanjang tahun 2025.

Sebanyak 45.700 orang pelancong ditolak masuk di gerbang perbatasan Singapura pada 2025, naik 38,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Pengetatan pengamanan perbatasan menjadi alasan utama di balik peningkatan angka tersebut. Pelancong yang ditolak dinilai memiliki risiko imigrasi dan keamanan yang dapat mengancam stabilitas negara.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mengutip Channel News Asia, Senin (23/2), para pelancong tersebut dipulangkan karena terdeteksi memiliki potensi pelanggaran sebagai berikut:

- Pelanggaran Izin Tinggal: Adanya kemungkinan untuk melampaui batas waktu izin tinggal atau overstay.

- Pekerja Ilegal: Indikasi akan bekerja di Singapura tanpa izin resmi.

- Masalah Keamanan: Kekhawatiran terkait potensi keterlibatan dalam aktivitas kriminal.

Peningkatan pengawasan ini merupakan dampak dari penguatan kendali perbatasan yang dilakukan otoritas Singapura sejak tahun lalu. Penerapan sistem bebas paspor (passport-free clearance) di pos-pos pemeriksaan utama ternyata memberikan keuntungan ganda bagi ICA.

Melansir The Straits Times, otomatisasi ini mengurangi ketergantungan pada pemrosesan manual di loket. Dampaknya, petugas imigrasi dapat dialihkan ke tugas strategis lain, seperti menganalisis latar belakang penumpang secara lebih mendalam.

Petugas di gerbang perbatasan Singapura juga melakukan pemeriksaan intensif terhadap individu yang dianggap mencurigakan. Sebagai dampaknya, jumlah pengunjung asing yang harus menjalani pemeriksaan tambahan meningkat signifikan pada tahun 2025.

Meski pengawasan diperketat, Singapura tetap menjadi destinasi populer bagi pelancong internasional berkat reputasinya sebagai negara dengan tingkat kriminalitas rendah dan standar keamanan publik yang sangat kuat.

(wiw)


[Gambas:Video CNN]