Hikmah dari Sikap Zuhud dan Rasa Takut kepada Allah
Manusia hendaknya memiliki sikap zuhud. Sikap ini mengajarkan agar manusia tidak terjebak dalam kesenangan dunia yang fana, melainkan fokus pada kehidupan akhirat.
"Orang zuhud itu, yang oleh Syekh Nawawi al-Bantani dikatakan ... orang-orang yang menganggap kecil dunia dan tidak peduli dengan dunia, bahkan mereka mengambil saja sekedar kebutuhan mereka," ujar ulama sekaligus Wakil Presiden ke-13 RI Ma'ruf Amin dalam program Kultum Kemuliaan Ramadan 2026 CNNIndonesia pada Kamis (26/2).
Lihat Juga :Kultum Kemuliaan Ramadan Takwa, Modal Hidup yang Menentukan di Dunia dan Akhirat |
Lalu apa hikmah yang didapat dari bersikap zuhud? Bagaimana akhir hidupnya kelak di akhirat? Dalam hal ini, Ma'ruf memberikan dua contoh manusia, yakni orang yang tertawa ketika melakukan dosa dan sebaliknya, orang yang menangis saat taat beribadah.
Seseorang yang melakukan dosa tetapi malah bergembira atas perbuatannya, justru akan menerima balasan sangat berat di akhirat, yaitu menangis dalam kesengsaraan neraka. Padahal, seharusnya orang berdosa itu merasa menyesal dan memohon ampun kepada Allah.
Ma'ruf mengatakan orang jenis ini mengemban tiga jenis dosa. Pertama, dosa atas perbuatan maksiat itu sendiri. Kedua, dosa karena merasa senang dan bangga atas maksiat tersebut. Ketiga, dosa karena menceritakan atau membanggakan dosa itu kepada orang lain.
"Inilah yang dikatakan oleh Allah SWT, nanti dia itu akan menangis... hendaknya mereka itu tertawa sebentar, sedikit, tetapi dia akan menangis dalam waktu yang panjang, yang lama, yang banyak," tutur Ma'ruf.
Sebaliknya, orang yang taat kepada Allah dan menjalankan perintah-Nya meski sambil menangis, akan mendapat ganjaran surga dan kebahagiaan yang luar biasa.
"Mereka orang-orang yang melakukan sesuatu, memberikan apa yang harus mereka berikan, berzakat, bersedekah, melakukan amal-amal ibadah, tetapi hati mereka takut," ucap Ma'ruf menjabarkan orang-orang yang menangis ini.
Ma'ruf mengisahkan, Siti Fatimah pernah bertanya kepada Rasulullah SAW mengenai orang-orang yang taat beribadah tetapi masih takut kepada Allah SWT. "Apakah orang ini, orang yang dulunya berzina, meminum khamar, atau mencuri?" tanya Siti Fatimah.
Rasulullah menjawab bukan. Orang-orang ini justru adalah yang taat salat, berpuasa, bersedekah, bahkan mereka bergegas dalam kebaikan. Mereka hanya takut ibadahnya tidak diterima oleh Allah.
"Itulah yang nanti di akhiratnya akan dimasukkan surga dalam keadaan tertawa dan mendapatkan keridaan Allah SWT," ucap Ma'ruf amin menutup kultum.
(rti)