BPOM Temukan Takjil yang Bisa Rusak Ginjal, Ini Ciri-cirinya
Temuan bahan berbahaya di dalam takjil kembali terjadi di tengah maraknya pasar musiman Ramadan.
Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM RI) menemukan indikasi takjil mengandung zat berbahaya saat melakukan uji kelayakan di pasar takjil musiman Kota Kediri, Jawa Timur pada Senin (23/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemeriksaan dilakukan menggunakan laboratorium keliling terhadap puluhan sampel makanan dan minuman yang dijual pedagang.
Dari 56 sampel yang diuji, petugas mendapati kerupuk yang terindikasi mengandung Rhodamin B, yaitu pewarna sintetis yang dilarang untuk pangan. Zat tersebut lazim digunakan dalam industri tekstil.
Rhodamin B termasuk zat yang bersifat toksik dan karsinogenik atau berpotensi memicu kanker. Paparan dalam jangka panjang dapat menyebabkan gangguan fungsi hati dan ginjal, serta menimbulkan iritasi pada kulit dan saluran pernapasan.
Kepala BPOM Taruna Ikrar mengingatkan para pelaku usaha agar mematuhi standar keamanan pangan, terutama selama Ramadan ketika permintaan takjil meningkat.
"Gunakan dan jual makanan siap saji yang memenuhi ketentuan," ujar Taruna, Rabu (25/2), melansir detikhealth.
Ia menegaskan bahwa penggunaan pewarna atau bahan tambahan yang tidak diperuntukkan bagi pangan merupakan pelanggaran serius karena dapat membahayakan kesehatan masyarakat.
Selain kepada pedagang, BPOM juga mengimbau masyarakat untuk lebih selektif saat membeli takjil. Konsumen diminta memastikan produk yang dibeli tidak mengandung bahan kimia berbahaya, pengawet ilegal, maupun pewarna tekstil.
"Biasanya bisa dilihat dari kesegarannya," ujar Taruna.
Ciri-ciri takjil berbahaya
Ilustrasi. BPOM menemukan takjil berbahaya yang bisa picu masalah kesehatan. (CNN Indonesia/Adi Ibrahim) |
BPOM mengimbau masyarakat agar waspada terhadap takjil yang diduga mengandung formalin, boraks, atau pewarna tekstil seperti Rhodamin B dan Methanil Yellow. Beberapa tanda yang dapat dikenali antara lain:
- warna terlalu mencolok (terutama merah) dan tampak tidak merata,
- tekstur sangat kenyal atau justru tidak lengket secara tidak wajar,
- tidak basi meski disimpan selama satu hingga dua hari,
- tidak dihinggapi lalat.
Produk yang perlu mendapat perhatian lebih antara lain mi, tahu, aneka gorengan , serta minuman atau es dengan warna mencolok.
(nga/asr)[Gambas:Video CNN]

Ilustrasi. BPOM menemukan takjil berbahaya yang bisa picu masalah kesehatan. (CNN Indonesia/Adi Ibrahim)