Reputasi 'Tempat Teraman' Goyah, Turis Trauma Lihat Rudal di Dubai

CNN Indonesia
Senin, 02 Mar 2026 16:30 WIB
Serangan rudal Iran yang menghantam Pelabuhan Jebel Al di Dubai, UEA. (REUTERS/Raghed Waked)
Jakarta, CNN Indonesia --

Citra damai Uni Emirat Arab (UEA) hancur seketika pada Sabtu (28/2) saat persenjataan Iran menghujani wilayah tersebut. Serangan ini merusak Bandara Internasional Dubai, membakar resor bintang lima, mengancam gedung tertinggi di dunia, hingga menelan korban jiwa di Abu Dhabi.

Louise Herrle, seorang turis asal Amerika Serikat, merasa trauma. Setelah dua rencana perjalanannya terdahulu gagal akibat pandemi COVID-19 dan konflik Hamas-Israel, perjalanannya kali ini justru berakhir di tengah gempuran rudal.

"Saya kemungkinan besar akan menghindari bagian dunia ini saat ketegangan meningkat, segalanya meledak begitu cepat," ujar Herrle, seperti dilansir Fortune. "Mungkin, semesta sedang mencoba memberi tahu kami sesuatu," imbuhnya.

Rentetan rudal ini merupakan serangan balasan Iran terhadap operasi militer gabungan AS-Israel. Dubai, yang selama ini mengandalkan reputasi sebagai "oasis aman" di kawasan Timur Tengah, kini pun menghadapi kenyataan pahit.

"Ini adalah mimpi buruk utama Dubai. Esensi kota ini sangat bergantung pada citranya sebagai tempat yang aman," tulis Cinzia Bianco, pakar Teluk dari European Council on Foreign Relations.

Akibat serangan balasan Iran itu, satu orang tewas dan tujuh lainnya luka-luka di Bandara Abu Dhabi. Video di media sosial menunjukkan api di luar Hotel Fairmont (Palm Jumeirah), kobaran api di fasad Burj Al Arab, dan asap mengepul di dekat Burj Khalifa.

Kemudian, infrastruktur vital juga terkena hantaman, di mana kebakaran melanda Pelabuhan Jebel Ali, pusat pengiriman utama di kawasan tersebut.

UEA merupakan federasi kaya minyak yang sangat bergantung pada warga asing. Demografi penduduk UEA, yakni sekitar 11 juta jiwa, di mana hampir 90 persen dari total populasi adalah warga negara asing.

Kelompok utama warga asing di UEA didominasi pekerja asal Asia Selatan (India, Pakistan, Bangladesh), serta kalangan profesional dari Eropa dan Amerika yang tertarik dengan kebijakan bebas pajak dan kemewahan.

Reputasi sebagai "salah satu tempat teraman di bumi" inilah yang selama ini digunakan perusahaan real estat untuk menjual apartemen mewah kepada warga Barat. Namun, dengan 165 rudal balistik dan lebih dari 540 drone yang masuk ke wilayah udara UEA dalam dua hari, reputasi itu kini terguncang hebat.

Kementerian Pertahanan UEA menyatakan sistem pertahanan udara mereka berhasil menjatuhkan sebagian besar proyektil, meski serpihannya memicu kebakaran besar. Sebagai bentuk protes keras, UEA menutup ruang udara, menutup kedutaan di Teheran, dan menarik seluruh diplomatnya.

"Keputusan ini mencerminkan posisi teguh kami terhadap agresi apa pun yang mengancam keamanan dan kedaulatan negara," tegas Kementerian Luar Negeri UEA.

Menteri Negara Kerja Sama Internasional, Reem Al Hashimy, mencoba menenangkan warga soal serangan itu. "Itu adalah suara pencegatan. Kerusakan yang terjadi terutama disebabkan oleh serpihan rudal yang jatuh."

(wiw/wiw)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK