Wisata Religi di Tangerang, Melihat dari Dekat Masjid Pintu Seribu
Saat ini, makam Syekh Ami Al Faqir juga terletak di area masjid yang ia bangun tersebut. Banyak jamaah yang datang untuk berziarah ke sana. Ada sebuah cerita yang beredar, katanya dulu ketika Syekh Ami masih hidup, beberapa pengunjung sudah ada yang datang untuk berziarah.
Mereka tidak tahu bahwa syekh masih hidup, bahkan menyambut secara langsung para pengunjung di luar. Pria tua itu, adalah sosok yang sama yang ingin mereka ziarahi.
Syekh Ami Al Faqir meninggal dunia pada tahun 2016, tepatnya di bulan suci Ramadan. Makamnya berada di dekat area ruang salat laki-laki, masih di dalam komplek Masjid Agung Nurul Yakin.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kali ini, pengunjung baru benar-benar bisa berziarah ke makamnya. Selain makam Syekh Ami Al Faqir, di area luar masjid juga ada Makam Tasbih yang penuh dengan mitos.
Konon katanya, di dalam ruangan makam ini terdapat 99 tasbih yang ukurannya sebesar kepala manusia. Tasbih tersebut bertuliskan Asmaul Husna.
Makam ini tidak bisa dimasuki dan dilihat sesuka hati, di hari-hari biasa pengunjung hanya bisa melihat pintu ruangannya saja dari luar. Syekh memandatkan bahwa Makam Tasbih hanya dibuka ketika Isra Miraj.
Masjid ini, seperti yang disebutkan di awal, memiliki banyak sekali ruangan yang memenuhinya. Ada ruang salat perempuan yang berdekatan dengan ruang musafir berukuran 4x4 meter.
Ruangan ini bisa digunakan oleh para musafir yang ingin beriktikaf, mereka bisa menginap di sana. Bahkan disediakan pula kamar mandi dan dapur dengan perlengkapan masak yang bisa digunakan oleh para musafir.
Di atas Makam Tasbih, terdapat sebuah aula yang cukup besar. Di kegiatan keagamaan atau perayaan hari besar Islam, biasanya akan ada perkumpulan santri dari berbagai daerah yang akan menghidupkan aula masjid tersebut.
Ketika mengunjungi Masjid Agung Nurul Yakin, di depan pintu masuk sudah terpampang aturan dan tata tertib yang wajib dipatuhi oleh pengunjung. Khususnya terkait aturan pengambilan gambar di beberapa titik yang membutuhkan izin dari petugas.
Pengunjung akan mengisi buku tamu di meja pendaftaran, kemudian akan diminta juga sumbangan uang yang dimasukkan ke kotak amal. Baru setelah itu pengunjung baru diizinkan masuk untuk melihat-lihat, berziarah, dan beribadah.
(wiw)[Gambas:Video CNN]