Niat, Amalan, dan Keutamaan Itikaf di 10 Malam Terakhir Ramadhan
CNN Indonesia
Selasa, 10 Mar 2026 19:30 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Ilustrasi. I'tikaf merupakan amalan sunah pada bulan Ramadhan, terutama pada sepuluh malam terakhir. (CNN Indonesia/Adi Ibrahim)
Jakarta, CNN Indonesia --
Itikaf merupakan salah satu amalan sunah yang sangat dianjurkan pada bulan Ramadhan. Banyak umat Islam melaksanakan itikaf di masjid, khususnya pada sepuluh malam terakhir Ramadhan.
Jika hendak mengamalkannya, Anda perlu tahu niat, amalan, dan keutamaan i'tikaf Ramadhan sebagai momentum mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Dikutip dari laman Baznas, Itikaf berasal dari kata 'akafa yang berarti menetap atau berdiam diri. Adapun secara istilah syariat, itikaf adalah berdiam diri di masjid dengan niat beribadah kepada Allah SWT untuk mendekatkan diri kepada-Nya.
Hal ini dijelaskan dalam Al-Qur'an surat Al-Baqarah ayat 125 berikut:
Artinya: "(Ingatlah) ketika Kami menjadikan rumah itu (Ka'bah) tempat berkumpul dan tempat yang aman bagi manusia. (Ingatlah ketika Aku katakan,) 'Jadikanlah sebagian Maqam Ibrahim sebagai tempat salat.' (Ingatlah ketika) Kami wasiatkan kepada Ibrahim dan Ismail, "Bersihkanlah rumah-Ku untuk orang-orang yang tawaf, yang iktikaf, serta yang rukuk dan sujud (salat)!"
Hukum itikaf adalah sunah, tetapi dapat menjadi wajib apabila dinazarkan. Ibadah ini dapat dilakukan kapan saja, tetapi memiliki keutamaan besar saat sepuluh malam terakhir Ramadhan.
Artinya: Aku berniat itikaf di masjid ini selama satu bulan berturut-turut karena Allah.
Selain niat, seseorang dianjurkan memperbanyak berzikir, bermuhasabah, mengharap rahmat Allah, serta menuntut ilmu agama selama berada di masjid.
Baca halaman selanjutnya...
Amalan I'tikaf Ramadhan
Pelaksanaan i'tikaf akan lebih bermakna apabila diisi dengan berbagai ibadah yang dianjurkan. Berikut amalan utama dalam itikaf ramadhan:
1. Memperbanyak salat
Salat merupakan ibadah paling utama selama i'tikaf karena menjadi sarana komunikasi langsung antara hamba dan Allah SWT.
2. Membaca Al-Qur'an
Membaca Al-Qur'an membuat hati tenang dan mendatangkan pahala besar. Rasulullah SAW bersabda, Al-Qur'an akan memberi syafaat kepada pembacanya pada hari kiamat.
Itikaf merupakan salah satu amalan sunah yang sangat dianjurkan pada bulan Ramadhan. Banyak umat Islam melaksanakan itikaf di masjid, khususnya pada sepuluh malam terakhir Ramadhan.
Jika hendak mengamalkannya, Anda perlu tahu niat, amalan, dan keutamaan i'tikaf Ramadhan sebagai momentum mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Dikutip dari laman Baznas, Itikaf berasal dari kata 'akafa yang berarti menetap atau berdiam diri. Adapun secara istilah syariat, itikaf adalah berdiam diri di masjid dengan niat beribadah kepada Allah SWT untuk mendekatkan diri kepada-Nya.
Hal ini dijelaskan dalam Al-Qur'an surat Al-Baqarah ayat 125 berikut:
Artinya: "(Ingatlah) ketika Kami menjadikan rumah itu (Ka'bah) tempat berkumpul dan tempat yang aman bagi manusia. (Ingatlah ketika Aku katakan,) 'Jadikanlah sebagian Maqam Ibrahim sebagai tempat salat.' (Ingatlah ketika) Kami wasiatkan kepada Ibrahim dan Ismail, "Bersihkanlah rumah-Ku untuk orang-orang yang tawaf, yang iktikaf, serta yang rukuk dan sujud (salat)!"
Hukum itikaf adalah sunah, tetapi dapat menjadi wajib apabila dinazarkan. Ibadah ini dapat dilakukan kapan saja, tetapi memiliki keutamaan besar saat sepuluh malam terakhir Ramadhan.
Artinya: Aku berniat itikaf di masjid ini selama satu bulan berturut-turut karena Allah.
Selain niat, seseorang dianjurkan memperbanyak berzikir, bermuhasabah, mengharap rahmat Allah, serta menuntut ilmu agama selama berada di masjid.
Baca halaman selanjutnya...
Amalan I'tikaf Ramadhan
Ilustrasi. I'tikaf merupakan amalan sunah pada bulan Ramadhan, terutama pada sepuluh malam terakhir. (CNN Indonesia/Adi Ibrahim)
Amalan I'tikaf Ramadhan
Pelaksanaan i'tikaf akan lebih bermakna apabila diisi dengan berbagai ibadah yang dianjurkan. Berikut amalan utama dalam itikaf ramadhan:
1. Memperbanyak salat
Salat merupakan ibadah paling utama selama i'tikaf karena menjadi sarana komunikasi langsung antara hamba dan Allah SWT.
2. Membaca Al-Qur'an
Membaca Al-Qur'an membuat hati tenang dan mendatangkan pahala besar. Rasulullah SAW bersabda, Al-Qur'an akan memberi syafaat kepada pembacanya pada hari kiamat.