Tak Sekadar Meow, Ini 9 Suara Kucing dan Artinya

CNN Indonesia
Selasa, 03 Mar 2026 16:00 WIB
Ilustrasi. Suara kucing bukan sekedar bunyi suara acak, melainkan cara mereka menyampaikan kebutuhan, emosi, hingga peringatan kepada manusia dan sesamanya. (iStock/feedough)
Jakarta, CNN Indonesia --

Suara kucing bukan sekedar bunyi suara acak, melainkan cara mereka menyampaikan kebutuhan, emosi, hingga peringatan kepada manusia dan sesamanya.

Penelitian menunjukkan, kucing memiliki belasan variasi vokalisasi bahkan lebih, yang masing-masing membawa makna berbeda tergantung konteks dan bahasa tubuhnya.

Namun, tak semua ras kucing sama cerewetnya. Ada yang cenderung pendiam, ada pula yang vokal dan ekspresif. Memahami arti suara kucing dapat membantu pemilik mengenali apakah hewan peliharaan mereka sedang senang, cemas, lapar, atau bahkan sakit.

Melansir dari PetMD, berikut beberapa suara kucing yang paling umum dan maknanya.

1. Mengeong (meowing)

Meong adalah suara paling identik dengan kucing. Anak kucing biasanya mengeong untuk memanggil induknya. Tapi pada kucing dewasa, suara ini hampir selalu ditunjukkan kepada manusia.

Arti meong sendiri beragam, bisa berarti menyapa pemilik, meminta makan atau perhatian, mengajak bermain, hingga mengungkapkan kegembiraan atau frustrasi.

Namun, jika nada meong terdengar lebih rendah, panjang, atau berbeda dari biasanya, hal itu bisa menjadi tanda stres, kebosanan, atau gangguan kesehatan.

2. Mendengkur (purring)

Dengkuran identik dengan rasa nyaman. Kucing sering mendengkur saat dielus atau sedang bersantai.

Meski begitu, purring tidak selalu berarti bahagia. Kucing biasanya juga mendengkur saat merasa takut atau sakit.

Karena itu, penting untuk membaca bahasa tubuhnya. Telinga yang menunduk, pupil melebar, tubuh tegang, atau posisi meringkuk bisa menandakan ketidaknyamanan.

3. Kicauan pendek (chirping)

Ilustrasi. Masing-masing suara kucing punya maknanya tersendiri. (iStockphoto/Gabriele Grassl)

Suara kicauan ini biasanya terdengar seperti kicauan burung dengan nada tinggi dan singkat. Induk kucing biasanya menggunakan suara ini untuk memanggil anaknya.

Pada kucing dewasa, kicauan ini sering muncul saat melihat mangsa yang tidak bisa dijangkau, seperti melihat cicak di dinding. Suara ini mencerminkan antusias yang bercampur dengan frustrasi.

4. Getaran (trilling)

Trill mirip dengkuran bernada lebih tinggi dan terdengar seperti getaran lembut. Suara ini umumnya menjadi sapaan ramah kepada manusia, misalnya saat menyambut pemilik pulang atau berterima kasih setelah diberi camilan. Trill termasuk salah satu vokalisasi yang bersifat bersahabat.

5. Mengoceh (chattering)

Berceloteh terdengar seperti bunyi gemeretak rahang yang berulang dan biasanya tidak melibatkan pita suara. Suara ini sering muncul bersamaan dengan berkicau saat kucing melihat mangsa.

Banyak ahli menilai, chattering sebagai respons naluriah berburu, semacam ekspresi kegembiraan yang tertahan.

6. Menggeram dan mendesis (growling dan hissing)

Geraman adalah suara rendah bergemuruh yang menjadi tanda peringatan. Kucing yang menggeram merasa terancam atau takut dan berpotensi menjadi agresif.

Sementara itu, desisan dihasilkan dari hembusan udara cepat melalui mulut terbuka dengan gigi terlihat. Hissing biasanya terjadi spontan saat kucing terkejut atau menghadapi ancaman.

Kedua suara ini sering disertai bahasa tubuh defensif seperti punggung melengkung, bulu berdiri, telinga rata ke belakang, dan ekor berkedut. Jika kucing menggeram atau mendesis, sebaiknya beri jarak dan hindari menyentuhnya.

7. Menyembur (spitting)

Spitting adalah versi lebih eksplosif dari desisan, berupa letupan suara singkat yang tajam. Biasanya terjadi sebagai reaksi mendadak terhadap ancaman dan bisa diikuti gerakan menyerang.

8. Melolong dan mengeong (yowling dan howling)

Yowl adalah meong panjang dan keras, sedangkan howl biasanya lebih pendek. Keduanya sering menjadi tanda tekanan.

Penyebabnya bisa berupa rasa sakit atau penyakit, kecemasan berpisah, kebosanan atau frustrasi, hingga disorientasi pada kucing lanjut usia.

Selain itu, kucing yang belum disteril juga dapat melolong sebagai bagian dari perilaku kawin atau penandaan wilayah.

9. Melengking (caterwauling)

Caterwaul merupakan lengkingan panjang dan keras yang biasanya dikeluarkan betina yang belum disteril saat birahi untuk menarik pasangan.

Jika diarahkan kepada manusia, suara ini dapat menandakan rasa sakit, ketidaknyamanan, atau kebutuhan perhatian.

Memahami arti-arti suara kucing bukan hanya membantu mempererat ikatan dengan hewan peliharaan, tetapi juga menjadi langkah awal mendeteksi masalah sebelum berkembang lebih serius.

(nga/asr)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK