Sabar dan Mampu Menguasai Diri Menjadi Kunci Menuju Kesuksesan
Dalam kehidupan manusia, ada dua hal yang sangat berpengaruh, yakni syahwat dan sabar. Seseorang yang terlalu mengikuti keinginannya, akan terjerat dan menjadi hamba syahwatnya. Sebaliknya, orang yang sabar mampu mengendalikan dirinya.
Hal ini merujuk pada kutipan Syekh Nawawi al-Bantani yang mengungkapkan seorang raja bisa menjadi hamba karena dikendalikan syahwatnya.
"Sedangkan orang yang sabar, dia bisa menjadi raja karena bisa menguasai dirinya, mengendalikan dirinya dari berbagai pengaruh atau ajakan-ajakan," ujar Ma'ruf Amin, ulama sekaligus Wakil Presiden ke-13 RI dalam program Kultum Kemuliaan Ramadan 2026 CNNIndonesia, Rabu (4/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Adapun puasa di bulan Ramadhan disebut sebagai "nisfu sabar" atau setengah sabar. Hal ini karena selama satu hari penuh kita menahan diri dari makan, minum, dan hal-hal yang membatalkan puasa.
Dengan iman dan doa kepada Allah, puasa pun menjadi sarana pengampunan dosa dan pelatihan kesabaran yang sangat berharga.
Kisah Nabi Yusuf AS menjadi contoh nyata dari kekuatan sabar. Ketika menghadapi rayuan istri majikannya, Zulaikha, Nabi Yusuf mampu menahan diri dari godaan sehingga terhindar dari maksiat. Kesabarannya itulah yang membuatnya menjadi orang besar.
"Banyak di dalam dunia ini ajakan-ajakan untuk melakukan maksiat, untuk melakukan hal-hal yang melanggar aturan. Untuk itu, kita perlu bisa menahan diri. Itu yang disebut sabar," kata Ma'ruf.
Nabi Muhammad SAW juga menunjukkan teladan kesabaran ketika beliau diusir dari Makkah dan hijrah ke Madinah. Dengan ketekunan dan kesabaran, beliau akhirnya berhasil menundukkan Makkah dan menyebarkan Islam.
Contoh lain datang dari kisah Nabi Musa AS. Ia memohon kepada Allah untuk menolong umat dari penindasan Firaun dan kroni-kroninya. Kekuasaan Firaun sudah banyak menjerumuskan, menganiaya, menzalimi, hingga menyesatkan orang.
"Doanya diterima, tetapi pelaksanaannya baru terjadi 40 tahun kemudian. Nabi musa sabar, terus menyampaikan pesan-pesannya," Ma'ruf bercerita.
Selain mengendalikan diri, sesama umat Islam juga dianjurkan untuk saling mengingatkan tentang kesabaran. Hal ini tertuang dalam surah Al-Asr yang berbunyi, "Demi masa, sesungguhnya manusia benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan beramal saleh serta saling menasihati untuk kebenaran dan kesabaran."
Ma'ruf menjelaskan, amal saleh mencakup ibadah, muamalah, dan akhlak mulia. Oleh karena itu, kita wajib saling mengingatkan orang lain untuk sabar juga menerima nasihat dengan lapang dada.
"Jadi, sabar kunci sukses di dalam segala hal, sebagai pemimpin, sebagai pengusaha, sebagai apa pun. Kita harusnya mengerjakan pekerjaan dengan tekun dan sabar," ucap Ma'ruf.
Sikap sabar inilah yang mengantarkan kita pada hasil terbaik meski menghadapi ujian dan tantangan. Semoga Allah memberikan kita kesabaran yang kokoh dan menerima puasa kita di bulan suci ini.
(rti)[Gambas:Video CNN]
