4 Cara Cepat Turunkan Kadar Gula Darah Saat Tiba-tiba Naik
Kadar gula darah yang tiba-tiba melonjak perlu segera ditangani agar tidak berkembang menjadi kondisi berbahaya, terutama pada penderita diabetes.
Lonjakan gula darah atau hiperglikemia memang bisa terjadi pada siapa saja, tetapi pada pasien diabetes, kondisi ini berisiko memicu komplikasi serius jika dibiarkan terlalu lama.
Lihat Juga : |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dokter spesialis endokrinologi Beatrice Hong menjelaskan bahwa dalam jangka pendek, kadar gula yang sangat tinggi dapat berkembang menjadi kondisi gawat darurat seperti ketoasidosis diabetik atau sindrom hiperglikemik hiperosmolar.
"Dalam jangka panjang, semakin lama kadar gula darah Anda tetap tinggi, semakin besar kemungkinan mengalami komplikasi jangka panjang. Diabetes adalah penyakit sistemik sehingga berisiko mengalami masalah mata, masalah ginjal, masalah saraf, masalah kaki, atau masalah jantung," ujar Hong, melansir dari Prevention.
Lalu, apa yang bisa dilakukan untuk menurunkan gula darah dengan cepat dan aman?
1. Gunakan insulin jika terlewat atau bermasalah
Bagi penderita diabetes yang menggunakan insulin, langkah pertama adalah memastikan dosis tidak terlewat atau alat seperti pompa insulin berfungsi dengan baik.
"Insulin adalah hormon yang diproduksi pankreas dan berfungsi seperti shuttle yang memindahkan glukosa dari darah ke dalam sel untuk digunakan sebagai energi," jelas Hong.
Dengan pemberian insulin sesuai anjuran medis, glukosa dalam darah dapat lebih cepat masuk ke sel sehingga kadar gula menurun. Namun, insulin yang terpapar panas berlebihan bisa menjadi kurang efektif sehingga perlu diperhatikan cara penyimpanannya.
2. Minum obat yang terlewat sesuai jadwal
Obat diabetes umumnya dikonsumsi secara teratur. Jika satu dosis terlewat, kadar gula darah bisa meningkat.
Hong menjelaskan bahwa setelah obat diminum kembali, kadar gula biasanya akan turun, meski tidak secepat insulin. Obat seperti metformin memerlukan waktu lebih lama untuk bekerja. Penggunaan obat tidak dianjurkan hanya saat gula darah naik tanpa mengikuti jadwal dan arahan dokter.
3. Perbanyak minum air putih
Ilustrasi. Menambah asupan air putih dapat membantu ginjal membuang kelebihan glukosa lewat urine. (Freepik.com/jcomp) |
Dokter spesialis endokrinologi Lorena Wright menyarankan untuk fokus pada air putih, bukan jus atau minuman manis.
Saat kadar gula meningkat, ginjal berusaha membuang kelebihan glukosa melalui urine. Proses ini menyebabkan tubuh kehilangan banyak cairan dan memicu dehidrasi.
Minum air putih membantu tubuh membuang gula berlebih sekaligus mengencerkan kadar glukosa dalam darah.
4. Lakukan aktivitas fisik ringan
Jika terdapat insulin yang cukup dalam tubuh dan tidak disertai gejala berat seperti mual atau muntah, aktivitas fisik ringan dapat membantu menurunkan gula darah.
Menurut Hong, jalan kaki intensitas sedang sekitar 20 menit setelah makan dapat menurunkan kadar gula hingga 20-30 persen. Otot yang aktif bergerak menggunakan glukosa sebagai sumber energi sehingga kadar gula dalam darah berkurang.
Namun, olahraga tidak dianjurkan jika muncul tanda-tanda ketoasidosis seperti mual hebat, muntah, atau nyeri perut, karena kondisi tersebut memerlukan penanganan medis.
Selain pemeriksaan menggunakan alat cek gula darah, tubuh biasanya memberikan sinyal saat kadar gula meningkat. Gejala umum meliputi:
- Sering buang air kecil
- Rasa haus berlebihan
- Pusing
- Kesemutan pada tangan
- Kelelahan
- Penglihatan kabur.
- Mual, muntah, serta nyeri perut.
Menurunkan gula darah dengan cepat memang penting saat terjadi lonjakan. Namun pengelolaan melalui pola makan seimbang, kepatuhan minum obat, aktivitas fisik rutin, dan pemantauan gula darah dapat mencegah terjadinya komplikasi.
(nga/els)[Gambas:Video CNN]

Ilustrasi. Menambah asupan air putih dapat membantu ginjal membuang kelebihan glukosa lewat urine. (Freepik.com/jcomp)