Waktu Terbaik Olahraga Saat Puasa, Sebelum atau Sesudah Berbuka?

CNN Indonesia
Kamis, 05 Mar 2026 19:30 WIB
Ilustrasi. Meski sedang berpuasa, olahraga jangan sampai terlewatkan. (iStockphoto/pixdeluxe)
Jakarta, CNN Indonesia --

Menentukan waktu yang tepat untuk berolahraga saat puasa sering kali membingungkan. Sebagian orang memilih berolahraga sebelum berbuka, sementara yang lain baru bergerak setelah makan malam. Lalu, kapan sebenarnya waktu yang paling efektif dan aman?

Dokter spesialis penyakit dalam Vardian Mahardika menjelaskan, pemilihan waktu olahraga selama puasa bergantung pada jenis latihan serta kondisi tubuh masing-masing.

Menurutnya, untuk latihan kardio seperti jalan cepat atau lari, waktu sebelum berbuka puasa justru dinilai cukup ideal.

"Kalau kita bicara soal lari atau jalan kaki, penelitian menunjukkan bahwa olahraga sebelum iftar atau sebelum berbuka puasa memiliki efek yang baik. Bahkan lebih bagus untuk membakar kalori dan memperbaiki metabolisme," kata Vardian saat ditemui dalam talkshow World Obesity Day, Rabu (4/3).

Meski begitu, intensitas latihan perlu dijaga agar tidak berlebihan. Ia menyarankan olahraga dilakukan di zona dua, yakni sekitar 60-70 persen dari denyut jantung maksimal. Denyut jantung maksimal dapat dihitung dengan rumus 220 dikurangi usia.

Dengan intensitas tersebut, pembakaran lemak dinilai lebih optimal tanpa membebani tubuh secara berlebihan. Bahkan, olahraga sebelum berbuka juga disebut bisa memberi efek positif pada suasana hati.

"Ketika kita olahraga sebelum iftar, efeknya juga bisa menjadi antidepresan alami," ujar Vardian.

Berbeda dengan kardio, latihan beban justru lebih disarankan dilakukan setelah berbuka puasa. Hal ini karena tubuh sudah mendapatkan asupan energi sehingga performa latihan bisa lebih maksimal.

"Penelitian menunjukkan bahwa ketika kita sudah makan setelah puasa, hasilnya jauh lebih baik. Baik untuk kemampuan angkatan, progresif load, maupun metabolisme tubuh saat latihan beban," jelasnya.

Meski demikian, Vardian menekankan bahwa waktu olahraga tetap perlu disesuaikan dengan rutinitas masing-masing. Hal terpenting adalah tetap aktif bergerak selama bulan puasa.

Jeda waktu setelah makan

Lalu bagaimana dengan anggapan bahwa olahraga malam setelah berbuka bisa memicu sakit perut?

Vardian menjelaskan, keluhan tersebut umumnya berkaitan dengan proses pengosongan lambung. Karena itu, olahraga sebaiknya tidak dilakukan tepat setelah makan besar.

"Kalau kita beri jarak antara buka puasa dan olahraga, idealnya sekitar tiga jam. Sakit perut biasanya berkaitan dengan proses pengosongan lambung, jadi sebaiknya beri jeda sekitar satu sampai dua jam setelah makan sebelum mulai olahraga," jelasnya.

Jika ingin berolahraga lebih cepat setelah berbuka, ia menyarankan untuk membatalkan puasa dengan makanan ringan atau air terlebih dahulu, lalu memberi jeda sebelum memulai latihan.

Selain soal waktu, Vardian juga mengingatkan bahwa puasa bukan sekadar momentum untuk menurunkan berat badan secara cepat, tetapi juga kesempatan membangun kebiasaan hidup yang lebih sehat.

"Bulan puasa sebenarnya adalah momentum untuk membangun hidup yang lebih baik dan kebiasaan yang lebih sehat," ujarnya.

Dengan demikian, kardio ringan hingga sedang dapat dilakukan sebelum berbuka dengan memperhatikan intensitas latihan. Sementara itu, latihan beban lebih ideal dilakukan setelah tubuh mendapatkan asupan energi.

(nga/tis)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK