Doa Menerima Zakat Fitrah: Bacaan Arab, Latin, dan Artinya

CNN Indonesia
Kamis, 19 Mar 2026 14:20 WIB
Ilustrasi. Ketika menerima zakat fitrah, penerima atau mustahik dianjurkan membaca doa. Berikut doa menerima zakat fitrah Arab dan artinya. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia --

Zakat fitrah wajib ditunaikan oleh setiap muslim yang memenuhi syarat. Bentuk zakat fitrah dapat berupa makanan pokok sesuai daerah setempat, seperti beras, atau dapat diganti dengan uang senilai harga makanan pokok tersebut.

Kewajiban ini memiliki dasar yang jelas dalam ajaran Islam. Salah satu dalil zakat fitrah termaktub dalam hadis Rasulullah Saw. yang berbunyi:

Rasulullah Saw. mewajibkan zakat fitrah pada bulan Ramadan, sebanyak satu sa' (3/4) liter dari makanan kurma atau sya'ir (gandum) atas tiap-tiap orang merdeka atau hamba, laki-laki atau perempuan muslim. (H.R. Bukhari dan Muslim dari Ibnu Umar r.a.).

Hadis tersebut menegaskan bahwa zakat fitrah bersifat wajib dan tak dibedakan berdasarkan status sosial. Ukuran satu sha' pada masa Nabi setara kurang lebih 2,5 hingga 3 kilogram per jiwa makanan pokok atau 3,5 liter jika dikonversikan ke beras.

Dalam pelaksanaannya, zakat fitrah tak bisa dilakukan sembarangan. Ada ketentuan waktu yang harus diperhatikan agar ibadah ini sah dan sesuai tuntunan.

Zakat fitrah hanya dapat dilakukan saat bulan Ramadan. Artinya, pembayaran di luar bulan tersebut tidak dihitung sebagai zakat fitrah.

Dalam waktu satu bulan tersebut, waktu pelaksanaannya terbagi menjadi lima bagian, yaitu:

  1. Waktu yang diperbolehkan: dari awal Ramadan sampai hari penghabisan Ramadan. Pada rentang ini, umat Islam sudah boleh menunaikan zakat fitrah.
  2. Waktu wajib: mulai terbenam matahari penghabisan Ramadan atau saat malam takbiran. Pada waktu inilah zakat fitrah menjadi kewajiban yang harus segera ditunaikan.
  3. Waktu sunah: dibayar sesudah salat subuh sebelum berangkat salat Idulfitri. Ini merupakan waktu yang paling utama.
  4. Waktu makruh: membayar zakat fitrah sesudah salat hari raya tetapi sebelum terbenam matahari pada hari raya.
  5. Waktu haram: dibayar sesudah terbenam matahari pada hari raya Idulfitri. Jika dilakukan pada waktu ini, maka tidak lagi terhitung sebagai zakat fitrah.

Untuk penerima zakat fitrah, pada umumnya serupa seperti penerima zakat lainnya yang termasuk dalam golongan mustahik (golongan yang berhak menerima zakat). Tapi, dalam konteks zakat fitrah, orang fakir dan orang miskin lebih berhak untuk diprioritaskan.

Hal ini bertujuan agar mereka dapat merasakan kebahagiaan pada hari Idulfitri tanpa harus meminta-minta.

Hal ini sesuai dengan sabda Nabi Saw yang berbunyi: "Kayakan mereka (orang-orang fakir) hingga tidak meminta-minta pada hari ini (Idulfitri). Zakat fitrah tidak boleh diberikan kepada selain orang-orang fakir kecuali jika orang-orang fakir tidak ada lagi, atau karena kefakiran mereka ringan (tidak parah), atau para penerima lainnya amat membutuhkannya." (Diriwayatkan Al-Baihaqi).

Nah, bagi penerima, ada adab yang dianjurkan setelah menerima zakat, yaitu mengucapkan doa menerima zakat fitrah sebagai bentuk syukur dan doa kebaikan untuk pemberi.

Doa menerima zakat fitrah

Ketika menerima zakat fitrah, penerima atau mustahik dianjurkan membaca doa sebagai bentuk syukur kepada Allah dan terima kasih kepada yang memberi zakat.

Doa menerima zakat fitrah sebagaimana dilansir dari buku Jika Sedekah Menjadi Lifestyle, sebagai berikut:

أَجْرَكَ اللهُ فِيمَا أَعْطَيْتَ، وَبَارَكَ لَكَ فِيمَا أَبْقَيْتَ، وَجَعَلَهُ لَكَ طَهُورًا

Bacaan Latin: AjrakaAllāhu fīmā a'thaita, wa bāraka laka fīmā abqaita, wa ja'alahu laka ṭahūran.

Artinya: "Semoga Allah memberikan pahala atas apa yang engkau berikan, dan semoga Allah memberikan berkah atas harta yang kau simpan dan menjadikannya sebagai pembersih bagimu."

Itulah doa menerima zakat fitrah yang dapat Anda amalkan. Semoga bermanfaat!

(san/fef)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK