Panik Baca Berita Perang? Ketahui Dampak dan Cara Mengatasinya

CNN Indonesia
Jumat, 06 Mar 2026 07:30 WIB
Agar tetap bisa menjaga kesehatan mental, Anda perlu tahu dampak panik baca berita perang dan bagaimana cara mengatasinya.
Ilustrasi. Ketahui dampak baca berita perang terhadap kesehatan mental dan cara mengatasinya. (Istockphoto/ PeopleImages)
Daftar Isi
Jakarta, CNN Indonesia --

Di era informasi yang serba cepat seperti sekarang, berita tentang perang dan konflik sulit untuk dihindari. Agar tetap bisa menjaga kesehatan mental, Anda perlu tahu dampak panik baca berita perang dan bagaimana cara mengatasinya.

Banyaknya jenis platform informasi membuat kita mudah terpapar oleh berita negatif, terutama perang yang saat ini sedang terjadi di Timur Tengah. Melalui media massa hingga media sosial, kita terus-menerus disuguhi gambar dan cerita kekerasan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bagi banyak orang, berita tersebut tidak hanya sekadar informasi, tetapi juga memantik emosi yang dapat berdampak besar pada kesehatan mental. Lalu, bagaimana sebenarnya berita perang dapat memengaruhi kondisi kesehatan mental kita?

Dampak baca berita perang, bisakah sebabkan panik?

Menurut psikolog klinis dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Pamela Andari Priyudha, paparan terus-menerus terhadap berita yang mengandung konten mengkhawatirkan dapat menimbulkan ketegangan psikologis kronis dan kolektif.

"Ketika orang merasa tidak berdaya, mereka mungkin mengalami ketidakberdayaan yang dipelajari, suatu kondisi di mana individu merasa tidak mampu mengubah situasi mereka meskipun ada peluang untuk melakukannya. Ini berbahaya karena dapat menyebabkan apatis kolektif, frustrasi, dan depresi," ujar Pamela, dikutip dari laman UGM.

Berita perang bisa meningkatkan kecemasan karena tubuh terus berada dalam kondisi waspada tinggi. Sistem alarm internal kita bisa menjadi maladaptif jika kondisi ini tidak diatasi.

Adapun kelompok yang rentan terhadap dampak negatif ini, antara lain orang tua, remaja, dan dewasa muda yang sangat aktif di media sosial. Orang-orang yang memiliki literasi digital rendah atau akses terbatas ke sumber informasi tepercaya juga tergolong rentan.

Pamela juga menekankan pentingnya literasi digital, yaitu kemampuan untuk mencari, mengevaluasi, dan menggunakan informasi secara kritis dan etis.

Banyak orang sering kali membuat kesimpulan terlalu cepat hanya berdasarkan judul berita atau komentar singkat di media sosial tanpa menggali konteks secara menyeluruh. Perlu diingat, media sosial yang sangat berperan membentuk persepsi publik, tidak selalu menyajikan informasi akurat.

Cara menjaga kesehatan mental dari gempuran berita perang

Jangan langsung panik ketika membaca berita mengenai perang. Ada beberapa langkah praktis yang dapat Anda lakukan untuk menjaga kesehatan mental. Berikut ini caranya, seperti dikutip dari laman Mental Health America:

1. Kenali pemicu emosi Anda

Identifikasi topik atau berita yang dapat memicu kecemasan atau depresi pada diri Anda. Ada orang yang mungkin lebih reaktif terhadap isu global, sedangkan yang lain mungkin merasa lebih terpengaruh pada isu penindasan.

Setelah mengetahui apa yang paling berdampak terhadap kesehatan mental, Anda bisa membatasi konsumsi media yang mengandung konten tersebut.

2. Pilih baca berita teks ketimbang menonton video

Jika ingin tetap terinformasi dengan perkembangan terbaru terkait perang, Anda bisa coba batasi diri dengan baca berita teks saja.

Membaca berita teks cenderung lebih aman karena tidak menampilkan gambar yang bisa lebih mengganggu secara emosional.

3. Perhatikan sumber berita

Pastikan berita yang Anda baca berasal dari sumber kredibel dan menyajikan berbagai sudut pandang, bukan hanya opini semata.

4. Tingkatkan optimisme

Lakukan aktivitas yang membawa kebahagiaan dan kepuasan, seperti berinteraksi sosial, berolahraga, menjalani praktik spiritual, atau melakukan hobi kreatif. Dengan melakukan hal yang memberi banyak kegembiraan, Anda bisa meningkatkan optimisme dalam hidup.

5. Ambil tindakan positif

Bergabung dengan kelompok yang bergerak di isu yang Anda pedulikan dapat membantu mengurangi rasa tidak berdaya dan memberikan rasa pemberdayaan.

Dengan memahami dampak panik baca berita perang dan menerapkan cara-cara di atas, kita dapat menjaga kesehatan mental sekaligus tetap mendapatkan informasi penting tanpa merasa terbebani secara emosional.

Ingat, menjaga keseimbangan antara informasi dan kesehatan mental adalah kunci agar kita tetap kuat menghadapi dinamika dunia yang penuh tantangan.

(rti)