11 Tanda Seseorang Sulit Mengendalikan Emosi, Tak Cuma Suka Marah
Kemampuan mengelola emosi sangat diperlukan guna memahami dan mengendalikan emosi secara sehat. Namun jika seseorang menunjukkan tanda-tanda berikut, berarti dia sulit mengendalikan emosi.
Mengutip Cleveland Clinic, kemampuan mengatur emosi biasanya mulai dipelajari sejak masa kanak-kanak dan berkembang seiring bertambahnya usia. Namun, pada sebagian orang, kemampuan ini tidak berkembang dengan baik atau terganggu oleh berbagai faktor sehingga seseorang kesulitan mengendalikan emosinya.
Lihat Juga : |
Kondisi ini sering disebut sebagai emotional dysregulation atau kesulitan mengatur emosi. Jika terjadi terus-menerus, hal ini dapat memengaruhi hubungan sosial, pekerjaan, hingga kualitas hidup seseorang.
Pernah menemukan orang yang gampang marah atau suka marah-marah? Kamu pasti menduga orang itu tidak bisa mengendalikan emosi. Namun ternyata, ini bukan satu-satunya ciri seseorang yang sulit mengendalikan emosi.
1. Mudah frustrasi karena hal kecil
Orang yang kesulitan mengatur emosi biasanya mudah merasa frustrasi ketika menghadapi gangguan kecil atau hal yang sebenarnya tidak terlalu serius.
2. Perubahan mood yang cepat
Tanda lain adalah mood swing atau perubahan suasana hati yang cepat dan intens. Seseorang bisa merasa baik-baik saja, lalu tiba-tiba menjadi sangat sedih, marah, atau cemas dalam waktu singkat.
3. Sulit menenangkan diri setelah marah
Ketika emosi sudah muncul, seseorang bisa kesulitan untuk menenangkan diri. Perasaan marah atau sedih bisa bertahan lama dan sulit dikendalikan.
4. Bertindak impulsif
Dilansir dari medical news today, orang yang kesulitan mengendalikan emosi juga cenderung bertindak impulsif, misalnya mengatakan sesuatu tanpa berpikir terlebih dahulu atau mengambil keputusan saat sedang emosi.
5. Mengatakan atau melakukan sesuatu yang kemudian disesali
Dalam kondisi emosi yang kuat, seseorang bisa mengucapkan kata-kata atau melakukan tindakan yang kemudian ia sesali setelah emosinya mereda.
6. Emosi mengganggu tujuan hidup
Emosi yang tidak terkendali juga bisa membuat seseorang kesulitan mencapai tujuan, misalnya sulit fokus bekerja, belajar, atau mempertahankan hubungan sosial.
7. Merasa kewalahan
Sebagian orang merasa emosinya terlalu kuat dan sulit dikendalikan, sehingga mereka merasa kewalahan atau tidak mampu memahami apa yang sedang mereka rasakan.
8. Menarik diri saat stres
Tidak semua orang mengekspresikan emosi dengan ledakan marah. Beberapa orang justru menarik diri, diam, atau merasa kosong ketika emosi terasa terlalu kuat.
9. Ledakan emosi seperti berteriak atau menangis
Pada kondisi yang lebih berat, seseorang bisa mengalami ledakan emosi, seperti berteriak, menangis, atau membanting barang ketika merasa marah atau frustrasi.
10. Sulit menjaga hubungan dengan orang lain
Kesulitan mengendalikan emosi juga dapat membuat seseorang kesulitan mempertahankan hubungan sosial, baik dengan pasangan, teman, maupun keluarga.
11. Cenderung mengalami kecemasan atau depresi
Emotional dysregulation juga sering disertai kecemasan, depresi, atau perasaan tertekan yang membuat seseorang semakin sulit mengelola emosinya.
Jika seseorang sering mengalami kesulitan mengendalikan emosi hingga mengganggu kehidupan sehari-hari, sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga profesional seperti psikolog atau psikiater.
Dengan bantuan yang tepat, kemampuan mengelola emosi dapat dipelajari dan dilatih sehingga seseorang dapat merespons situasi hidup dengan lebih sehat dan seimbang.
(anm/els)