Apa Itu 'Bau Lambung'? Istilah yang Sering Muncul Saat Ramadan
Selama bulan Ramadhan, banyak orang tiba-tiba lebih sensitif terhadap bau mulut. Di tengah candaan sehari-hari, muncul istilah yang cukup populer, 'bau lambung.' Ungkapan ini biasanya dilontarkan ketika seseorang mencium aroma tidak sedap dari mulut orang lain yang sedang berpuasa.
Meski terdengar seperti istilah populer di masyarakat, bau lambung sebenarnya memiliki penjelasan medis. Dalam dunia kesehatan, kondisi ini berkaitan dengan halitosis atau bau mulut yang bisa dipicu oleh masalah pada saluran pencernaan, khususnya lambung.
Praktisi kesehatan pencernaan Ari Fahrial Syam menjelaskan bahwa bau mulut memang dapat menjadi salah satu tanda adanya gangguan pada lambung, termasuk Gastroesophageal Reflux Disease (GERD).
Lihat Juga :#UstazTanyaDong Sikat Gigi Pakai Odol Saat Puasa, Puasa Batal atau Enggak? |
"Salah satu gejala dari GERD, walaupun tidak dominan, adalah halitosis atau bau mulut," kata Ari, dalam temu media Primaya Hospital, Kamis (5/3).
Apa yang dimaksud dengan 'bau lambung'?
Secara sederhana, istilah bau lambung merujuk pada bau mulut yang berasal dari gangguan di lambung atau saluran pencernaan bagian atas.
Normalnya, bau mulut lebih sering disebabkan oleh masalah di rongga mulut, seperti sisa makanan, plak gigi, atau penyakit gusi. Namun pada beberapa kasus, sumber bau tidak sedap justru berasal dari organ pencernaan.
Menurut Ari, kondisi tersebut dapat terjadi ketika lambung mengalami luka atau menghasilkan gas berlebih. Gas dari lambung dapat naik ke kerongkongan dan memicu aroma tidak sedap dari mulut.
Selain itu, infeksi bakteri tertentu di lambung juga dapat memicu bau mulut.
"Apalagi kalau mengandung Helicobacter pylori, itu juga bisa menyebabkan bau mulut," jelasnya.
Bakteri Helicobacter pylori memang dikenal sebagai salah satu penyebab utama radang lambung dan tukak lambung. Infeksi ini dapat memicu gangguan pencernaan sekaligus menimbulkan aroma tidak sedap dari mulut. dalam temu media Primaya H
Meski begitu, Ari menekankan bahwa tidak semua bau mulut berasal dari lambung. Penyebab paling umum tetap berasal dari masalah kesehatan gigi dan mulut atau gangguan telinga, hidung, dan tenggorokan.
Karena itu, ketika seseorang mengalami bau mulut yang menetap, dokter biasanya akan memeriksa terlebih dahulu kemungkinan masalah di rongga mulut atau THT.
Jika tidak ditemukan masalah pada area tersebut, barulah dokter mempertimbangkan kemungkinan adanya gangguan di lambung. Pada beberapa kasus, bau mulut bahkan dapat membaik setelah pasien menjalani pengobatan untuk gangguan lambung.
"Kita obati dulu. Kalau tidak membaik, kita mesti lakukan endoskopi untuk mencari apa sebenarnya yang terjadi," ujar Ari.
(tis/tis)