Pentingnya Mengamalkan Ilmu agar Bermanfaat dan Membawa Kebajikan
Di dalam kitab Nashaihul Ibad disebutkan, tidak ada tempat yang terasa asing bagi orang yang pintar, sedangkan bagi orang yang bodoh, di mana pun tak ada tempat nyaman yang bisa ditinggali. Ini menjadi petunjuk tentang pentingnya memilki ilmu.
"Yang punya ilmu itu akan dihormati di mana pun dia berada, karena dia memang dibutuhkan orang. Apalagi kalau ilmunya itu ilmu agama," ucap Ma'ruf Amin mengutip ungkapan dari Syekh Nawawi al-Bantani dalam program Kultum Kemuliaan Ramadan 2026 CNNIndonesia.
Lihat Juga :Kultum Kemuliaan Ramadan Meniti Manhajillah: Mengikuti Perintah & Menjauhi Larangan-Nya |
Wakil Presiden ke-13 RI ini mengatakan, bagi orang yang berilmu, semua tempat di dunia akan terasa seperti negerinya sendiri, sekalipun ia berstatus sebagai pendatang di sebuah daerah. Berkat ilmunya, ia akan dihormati oleh manusia lain, apalagi jika diamalkan dengan baik.
Ma'ruf mencontohkan ulama sebagai orang berilmu yang tak perlu khawatir berada di mana pun ia berada, karena pasti akan mendapatkan tempat terbaik. Hal ini karena ulama bertindak sebagai suluh, pembawa obor untuk menunjukkan jalan terbaik kepada umat.
"Banyak para penganjur agama yang datang ke Indonesia juga dihormati, mendapat tempat yang baik. Ulama-ulama kita, walaupun dia berada di tanah Saudi misalnya, di Makkah, termasuk Syekh Nawawi sendiri, itu sangat dihormati," tutur Ma'ruf.
Namun ada hal yang lebih buruk lagi dari sekadar tak menggunakan ilmunya, yakni menyalahgunakan ilmunya untuk berbagai kepentingan yang tidak baik. Misalnya, untuk menipu dan membohongi orang lain.
Selain memiliki ilmu dan mengamalkannya dengan baik, sebenarnya ada satu hal lagi yang patut dimiliki oleh manusia, yakni akal sehat. Syekh Nawawi menyebutnya sebagai shafiyah, memiliki akal yang bersih.
"Oleh karena itu, ilmu yang sudah meresap di hati, yang memengaruhi orang menjadi orang yang baik, itulah yang disebut ilmu yang membawa khasiyah, rasa takut kepada Allah SWT," ucap Ma'ruf.
Rasa takut ini diperlukan agar kita senantiasa menjauhkan diri dari kemaksiatan. Di penghujung kultum, Ma'ruf berpesan agar kita meningkatkan ilmu dan semoga ilmu yang didapat membawa kita pada kebajikan serta rasa takut kepada Allah.
(rti)