7 Tanda Kemampuan Otak Mulai Menurun yang Perlu Diwaspadai

CNN Indonesia
Kamis, 26 Mar 2026 04:30 WIB
Tanda kemampuan otak mulai menurun sering kali muncul secara perlahan dan kerap dianggap sebagai hal sepele. Apa saja tandanya?
Ilustrasi. Tanda kemampuan otak mulai menurun sering kali muncul secara perlahan dan kerap dianggap sebagai hal sepele. (iStockphoto/Khosrork)
Daftar Isi
Jakarta, CNN Indonesia --

Tanda kemampuan otak mulai menurun sering kali muncul secara perlahan dan kerap dianggap sebagai hal sepele. Padahal, perubahan pada daya ingat, kemampuan berbicara, hingga perilaku sehari-hari dapat menjadi sinyal awal terjadinya penurunan fungsi kognitif.

Fungsi kognitif mencakup berbagai kemampuan mental seperti mengingat informasi, memproses bahasa, berkonsentrasi, serta mengambil keputusan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Seiring bertambahnya usia, sebagian orang memang dapat mengalami perlambatan dalam memproses informasi. Namun, para ahli menegaskan bahwa tidak semua gangguan ingatan merupakan bagian normal dari proses penuaan.

Melansir dari Eating Well, psikolog klinis Sarah Garcia-Beaumier menjelaskan bahwa gangguan kognitif biasanya ditandai dengan perubahan kemampuan berpikir yang semakin sering terjadi dan mulai disadari oleh orang di sekitar.

Gejala tersebut dapat memengaruhi aktivitas sehari-hari, seperti mengingat percakapan, menyelesaikan tugas, atau berinteraksi dengan orang lain.

Meski demikian, tidak semua gangguan konsentrasi atau lupa sesaat menandakan penurunan fungsi otak. Faktor psikologis seperti stres, kecemasan, depresi, hingga kelelahan juga dapat memengaruhi kinerja otak sehingga seseorang mengalami apa yang disebut sebagai cognitive lapses atau gangguan kognitif sementara.

Dokter Thomas Hammond menyebutkan bahwa perbedaan utama antara gangguan sementara dan penurunan kognitif yang lebih serius terletak pada frekuensi dan dampaknya terhadap kehidupan sehari-hari.

Jika gangguan tersebut semakin sering terjadi hingga mengganggu aktivitas atau disadari oleh orang lain, kondisi tersebut perlu mendapatkan perhatian lebih lanjut.

Berikut merupakan sejumlah tanda kemampuan otak mulai menurun yang perlu diwaspadai.

1. Kesulitan mengatur aktivitas sehari-hari

Close up - Hand of woman writing in spiral notepad placed on wooden desktop with various items at home. Copy spaceIlustrasi. Tanda kemampuan otak mulai menurun. (iStockphoto/oatawa)

Seseorang mungkin mulai kesulitan mengelola tugas sederhana, seperti mengingat jadwal, mengatur pekerjaan, atau menyelesaikan aktivitas yang sebelumnya mudah dilakukan.

Perubahan ini berkaitan dengan fungsi otak yang mengatur perhatian, perencanaan, dan pengambilan keputusan.

2. Sulit menemukan kata yang tepat saat berbicara

Kesulitan menemukan kata sederhana saat berbicara juga dapat menjadi tanda penurunan fungsi kognitif.

Seseorang mungkin mengetahui benda yang ingin disebutkan, tetapi tidak mampu mengingat istilah yang tepat sehingga harus menjelaskannya dengan deskripsi panjang.

3. Kehilangan minat pada aktivitas yang sebelumnya disukai

Tanda lain yang sering muncul adalah berkurangnya minat terhadap kegiatan yang sebelumnya disukai, seperti membaca, berkebun, atau berinteraksi dengan orang lain. Kondisi ini sering kali dianggap sebagai kelelahan atau perubahan suasana hati biasa.

Padahal, kehilangan minat secara tiba-tiba terhadap aktivitas yang sebelumnya menyenangkan dapat menjadi gejala penurunan fungsi otak. Seseorang mungkin mulai menghindari kegiatan yang membutuhkan konsentrasi atau merasa tugas yang sebelumnya mudah menjadi terlalu berat untuk dilakukan.

4. Perubahan kepribadian atau perilaku

Perubahan perilaku secara tiba-tiba juga dapat menjadi tanda awal penurunan kemampuan otak. Misalnya, seseorang yang sebelumnya ramah dan aktif menjadi lebih mudah marah, pendiam, atau menarik diri dari lingkungan sosial.

Perubahan tersebut sering kali disalahartikan sebagai respons terhadap stres atau tekanan hidup. Namun, dalam beberapa kasus, perubahan kepribadian dapat berkaitan dengan gangguan pada area otak yang mengatur emosi dan interaksi sosial.

5. Terlalu sering merasa khawatir

Kecemasan berlebihan dan kebiasaan terus memikirkan masalah tertentu dapat memengaruhi kesehatan otak dalam jangka panjang. Kondisi ini membuat tubuh berada dalam keadaan stres yang berkepanjangan sehingga memengaruhi kemampuan berpikir dan mengingat.

Jika dibiarkan tanpa penanganan, stres kronis dapat menyebabkan gangguan konsentrasi, mudah lupa, serta kesulitan memproses informasi.

6. Penurunan konsentrasi setelah sakit

Beberapa kondisi kesehatan juga dapat memengaruhi kemampuan kognitif. Infeksi ringan, gangguan tidur seperti sleep apnea, hingga penyakit kronis dapat menyebabkan penurunan konsentrasi atau kemampuan berpikir secara sementara.

Meski dalam beberapa kasus kondisi ini dapat membaik setelah penyakit teratasi, gangguan kesehatan yang tidak ditangani dengan baik dapat meningkatkan risiko penurunan fungsi otak dalam jangka panjang.

7. Orang lain mulai menyadari perubahan kemampuan berpikir

Salah satu tanda yang paling penting adalah ketika orang di sekitar mulai menyadari perubahan pada daya ingat atau perilaku seseorang. Dalam banyak kasus, orang yang mengalami penurunan fungsi kognitif justru menjadi pihak terakhir yang menyadari perubahan tersebut.

Karena itu, masukan dari keluarga atau orang terdekat dapat menjadi indikator penting untuk mengenali perubahan pada kemampuan berpikir sejak dini.

Para ahli menekankan bahwa menjaga kesehatan otak dapat dilakukan melalui gaya hidup sehat, seperti pola makan bergizi, olahraga teratur, mengelola stres, serta tetap aktif secara sosial dan mental.

(nga/asr) Add as a preferred
source on Google