Cara Mengurangi Kandungan Garam pada Ikan Asin, Gampang Lho!
Ikan asin menjadi salah satu lauk yang cukup populer di Indonesia. Rasanya yang gurih dan khas membuat makanan ini sering dipadukan dengan nasi hangat, sambal, hingga sayur sederhana.
Namun, di balik rasanya yang nikmat, ikan asin dikenal memiliki kadar garam yang cukup tinggi. Karena itu, banyak orang mencari cara untuk mengurangi kadar garam pada ikan asin sebelum dimasak agar lebih aman bagi kesehatan.
Mengapa ikan asin tinggi garam?
Ikan asin merupakan produk pangan yang diawetkan dengan cara penggaraman. Proses ini bertujuan memperpanjang masa simpan ikan sekaligus menjaga kualitasnya.
Dikutip dari jurnal Perikanan dan Kelautan Tropis, dijelaskan bahwa ikan asin dibuat dengan menambahkan garam dalam jumlah tertentu agar dapat menghambat pertumbuhan mikroba dan mencegah kerusakan pada ikan.
Namun, konsumsi garam yang terlalu tinggi tidak baik bagi tubuh. Dalam penelitian, disebutkan juga bahwa konsumsi garam berlebihan dapat meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan seperti hipertensi, stroke, penyakit jantung koroner, hingga gangguan ginjal.
Kementerian Kesehatan melalui Permenkes Nomor 30 Tahun 2013 juga menganjurkan konsumsi garam maksimal sekitar 5 gram per hari atau setara satu sendok teh.
Sementara itu, standar mutu ikan asin dalam Standar Nasional Indonesia (SNI) menunjukkan kadar garam pada ikan asin bisa berada pada kisaran 12 hingga 20 persen. Artinya, konsumsi ikan asin berpotensi menambah asupan garam harian jika tidak diolah dengan tepat.
Cara mengurangi kadar garam pada ikan asin
Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menurunkan kadar garam pada ikan asin sebelum dikonsumsi. Berikut di antaranya.
1. Merebus ikan asin sebelum dimasak
Salah satu cara paling efektif adalah dengan merebus ikan asin terlebih dahulu sebelum diolah.Perebusan ikan asin selama sekitar 10 menit mampu menurunkan kadar garam hingga 43,5 persen dibandingkan kadar garam awal pada ikan.
Proses perebusan membantu menarik sebagian garam keluar dari jaringan daging ikan sehingga rasanya menjadi tidak terlalu asin.
2. Merendam ikan asin dalam air
Cara lain yang cukup sering dilakukan adalah merendam ikan asin dalam air hangat atau air panas sebelum dimasak.
Perendaman membuat garam yang menempel pada permukaan maupun di dalam daging ikan larut ke dalam air. Karena itu, ikan asin biasanya terasa lebih ringan rasa asinnya setelah direndam.
Selain itu, proses perendaman dapat membantu mengurangi jumlah kapang atau mikroorganisme pada ikan asin.
3. Mengombinasikan dengan teknik pengolahan lain
Upaya mengurangi kandungan garam pada produk ikan juga menjadi perhatian dalam penelitian pangan.
Dalam jurnal Food Control, dijelaskan bahwa salah satu strategi yang banyak diteliti adalah mengurangi penggunaan natrium klorida (NaCl) atau menggantinya sebagian dengan garam lain seperti kalium klorida (KCl).
Pendekatan ini dapat menurunkan kandungan natrium pada produk ikan tanpa terlalu memengaruhi rasa, tekstur, maupun kualitasnya.
4. Mengatur waktu pengolahan
Waktu perebusan atau perendaman juga perlu diperhatikan. Jika terlalu lama, daging ikan bisa menyerap terlalu banyak air dan memengaruhi kualitas teksturnya.
Perubahan kadar air pada ikan asin juga dapat dipengaruhi oleh metode pengeringan, suhu, serta lama pengolahan ikan.
Meski kadar garamnya bisa dikurangi, ikan asin tetap sebaiknya dikonsumsi dalam jumlah wajar.Cara seperti merebus atau merendam ikan asin sebelum dimasak dapat membantu menurunkan kadar garamnya. Namun, menjaga pola makan seimbang dan membatasi makanan tinggi garam tetap penting untuk menjaga kesehatan tubuh.
(asr/asr)