Mana Lebih Baik untuk Diet: Lewatkan Sarapan atau Makan Malam?

CNN Indonesia
Jumat, 27 Mar 2026 14:00 WIB
Ilustrasi. Ingin turun berat badan, bingung pilih lewatkan sarapan atau justru makan malam. (iStock/Zinkevych)
Jakarta, CNN Indonesia --

Melewatkan waktu makan kerap menjadi strategi yang dipilih sebagian orang saat menjalani program penurunan berat badan. Pertanyaannya, mana yang lebih baik untuk dilewati, sarapan atau makan malam?

Dokter dari University Medical Center Ho Chi Minh City, Pham Anh Ngan, menjelaskan bahwa pola makan seperti intermittent fasting, khususnya metode time-restricted eating, terbukti dapat membantu menurunkan berat badan sekaligus memperbaiki sejumlah indikator kesehatan.

Namun, menurutnya, kebiasaan makan setiap orang berbeda-beda. Di beberapa budaya, sarapan menjadi makanan utama, sementara di tempat lain justru makan siang atau makan malam yang porsinya paling besar dan biasanya lebih kaya protein serta sayuran.

Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa mengurangi atau melewatkan makan malam dapat memberikan dampak lebih besar dalam menurunkan total asupan kalori harian. Karena itu, strategi ini kerap dianggap efektif bagi sebagian orang yang ingin menurunkan berat badan.

Meski begitu, kebiasaan ini juga tidak sepenuhnya bebas risiko. Melewatkan makan malam dalam jangka panjang dapat memperlambat metabolisme tubuh, meningkatkan risiko kekurangan nutrisi, mengganggu kualitas tidur, hingga membuat rasa lapar meningkat pada hari berikutnya.

Kondisi ini bahkan bisa berdampak pada penurunan daya tahan tubuh.

Di sisi lain, ada pula orang yang memilih melewatkan sarapan. Bagi sebagian individu, tidak sarapan justru membuat mereka merasa lebih fokus dan waspada saat memulai aktivitas.

Namun, rasa lapar yang muncul di siang atau sore hari kerap membuat seseorang memilih makanan kurang sehat. Konsumsi makanan tinggi gula dan lemak biasanya meningkat ketika seseorang terlalu lama menahan lapar.

Penelitian juga menunjukkan bahwa kebiasaan sesekali melewatkan sarapan dapat meningkatkan sensitivitas insulin. Akan tetapi, respons glukosa dan insulin pada makan terakhir di hari tersebut cenderung menjadi lebih buruk.

Tidak ada pilihan yang benar-benar sempurna

Secara keseluruhan, melewatkan waktu makan atau menjalani pola intermittent fasting memang dapat memberikan manfaat tertentu, tetapi tetap memiliki potensi risiko kesehatan.

Selain itu, beberapa jenis makanan sehat biasanya lebih sering dikonsumsi pada waktu makan tertentu. Misalnya, susu dan biji-bijian utuh sering menjadi bagian dari menu sarapan, sementara sayuran dan sumber protein lebih banyak hadir saat makan malam.

Karena itu, keputusan untuk melewatkan sarapan atau makan malam sebaiknya disesuaikan dengan kondisi tubuh dan rutinitas harian masing-masing.

Bagi pekerja kantoran yang menjalani aktivitas utama pada siang hari dan membutuhkan konsentrasi tinggi, sarapan umumnya penting untuk menyediakan energi bagi otak dan tubuh.

Untuk menurunkan berat badan secara efektif dan aman, pola makan yang disarankan adalah memperbanyak konsumsi sayuran dan protein nabati, mengurangi asupan karbohidrat, serta menyesuaikannya dengan kebutuhan tubuh dan rutinitas olahraga.

Konsultasi dengan ahli gizi juga dianjurkan agar program penurunan berat badan dapat dilakukan secara sehat, aman, dan sesuai dengan kondisi fisik serta tuntutan pekerjaan sehari-hari.

(tis/tis)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK