Berkumur Saat Puasa, Apakah Bisa Bikin Batal? Ini Hukumnya
Berkumur sering dilakukan untuk menyegarkan mulut, terutama saat menjalani puasa Ramadhan. Namun, tidak sedikit orang yang bertanya-tanya, apakah berkumur saat puasa bisa membatalkan ibadah tersebut?
Pertanyaan ini cukup sering muncul, terutama ketika rasa kering di mulut mulai terasa di siang hari. Banyak orang khawatir air yang digunakan untuk berkumur justru masuk ke tenggorokan dan membuat puasanya batal.
Dalam program Ramadan spesial #UstazTanyaDong, CNNIndonesia.com menghadirkan sesi tanya jawab langsung bersama Anggota MUI Kota Bandung sekaligus FKUB Kota Bandung, KH. Wahyul Afif Al-Ghafiqi.
Lihat Juga :#UstazTanyaDong Sikat Gigi Pakai Odol Saat Puasa, Puasa Batal atau Enggak? |
Menurut Ustaz Wahyul, berkumur saat berpuasa pada dasarnya diperbolehkan dalam Islam.
"Berkumur-kumur saat berpuasa hukumnya mubah atau boleh. Tidak ada larangan," ujarnya.
Meski demikian, ia mengingatkan agar umat Muslim tetap berhati-hati saat melakukannya. Air yang digunakan untuk berkumur tidak boleh sampai tertelan secara sengaja.
Hal ini penting karena menelan sesuatu dengan sengaja saat puasa dapat membatalkan ibadah puasa.
Ia juga menekankan agar berkumur dilakukan secara wajar dan tidak berlebihan. Tujuannya agar risiko air masuk ke tenggorokan bisa dihindari.
"Disarankan berhati-hati. Jangan sampai menelan dengan sengaja air kumur-kumur itu," jelasnya.
Namun, jika ada air yang tersisa di mulut dan tercampur dengan air liur lalu tertelan tanpa disengaja, hal tersebut tidak menjadi masalah dan puasa tetap dianggap sah.
Dengan kata lain, berkumur untuk sekadar menyegarkan mulut masih diperbolehkan selama dilakukan secara wajar dan tidak berlebihan.
Karena itu, umat Muslim tetap bisa berkumur saat merasa mulut kering selama berpuasa, asalkan dilakukan dengan hati-hati agar ibadah tetap sah dan tidak batal.
Punya pertanyaan lain seputar puasa? Selama bulan Ramadan, CNNIndonesia.com menghadirkan program #UstazTanyaDong. Anda bisa langsung mengirimkan pertanyaan melalui akun media sosial CNN Indonesia dan mendapatkan jawaban langsung dari KH. Wahyul Afif Al-Ghafiqi.
Ramadan bukan cuma soal menahan lapar dan haus, tapi juga belajar lebih tenang, bijak, dan penuh ilmu dalam menjalani ibadah.
(tis/tis)