Waspada! Defisiensi Vitamin K Bisa Sebabkan Kematian pada Bayi

CNN Indonesia
Selasa, 16 Jun 2026 03:00 WIB
Hati-hati, defisiensi vitamin K pada bayi bisa berakibat fatal.
Ilustrasi. Hati-hati, defisiensi vitamin K pada bayi bisa berakibat fatal. Paling parah, kematian akibat perdarahan. (iStockphoto)
Daftar Isi
Jakarta, CNN Indonesia --

Di sejumlah negara bagian Amerika Serikat, terjadi sejumlah kasus kematian bayi secara mendadak. Setelah ditelusuri, ternyata kematian ini diakibatkan defisiensi vitamin K.

Sejumlah kasus ini menjadi peringatan bagi banyak orang tua tentang bahaya defisiensi vitamin K. Kondisi ini tampak sederhana, tetapi dampaknya bisa sangat fatal jika tidak dicegah sejak awal kehidupan bayi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mengutip MedlinePlus, vitamin K berperan penting dalam pembekuan darah. Kekurangan vitamin ini bisa memicu perdarahan hebat di dalam maupun luar tubuh.

Tubuh membutuhkan vitamin K untuk membuat protein tertentu di hati yang menyebabkan darah membeku.

Kasus Kematian Bayi Meningkat Akibat Orang Tua yang Abai

Dilansir CNN Health, sejumlah laporan medis di AS dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan adanya kematian bayi yang ternyata berkaitan dengan defisiensi vitamin K.

Ada bayi yang mengalami kejang mendadak, ada pula yang berhenti bernapas dalam hitungan detik, muntah, menjadi lemas, hingga mengalami perdarahan di sekitar pusar.

Setelah dilakukan autopsi, penyebab kematian bayi-bayi ini mengarah pada kondisi yang dikenal sebagai vitamin K deficiency bleeding atau VKDB.

Sayangnya, banyak orang tua menolak injeksi vitamin K yang sebenarnya telah lama digunakan sebagai pencegahan standar di AS.

Penolakan ini sering kali muncul karena kekhawatiran berlebihan atau terpengaruh informasi keliru di media sosial. Padahal, penelitian medis selama puluhan tahun menunjukkan, injeksi vitamin K jauh lebih besar manfaatnya dibanding risikonya.

Belajar dari kasus-kasus kematian bayi di AS ini, orang tua perlu waspada bahwa bayi baru lahir sangat rentan mengalami kekurangan vitamin K.

Bayi yang tidak mendapat suntikan vitamin K memiliki risiko jauh lebih tinggi mengalami VKDB. Terutama pada fase perdarahan lambat yang bisa terjadi sejak satu minggu setelah lahir hingga usia 6 bulan.

Dalam kondisi ini, darah dapat terkumpul di sekitar otak, sehingga mengganggu aliran oksigen dan memicu kerusakan otak permanen. Bahkan, data CDC menyebutkan bahwa sekitar 1 dari 5 bayi dengan VKDB dapat meninggal dunia.

Mengapa bayi rentan mengalami defisiensi vitamin K?

Semua bayi pada dasarnya lahir dengan kadar vitamin K yang rendah. Vitamin K dari ibu tidak cukup menembus plasenta, sedangkan ASI hanya mengandung jumlah yang sangat kecil.

Inilah sebabnya bayi yang diberikan ASI secara eksklusif lebih rentan mengalami defisiensi vitamin K. Meskipun susu formula sudah diperkaya vitamin K, para ahli tetap menyarankan bayi mendapatkan injeksi vitamin K saat lahir.

Suntikan ini membantu tubuh bayi membentuk pembekuan darah yang sehat dan menurunkan risiko perdarahan berbahaya secara signifikan.

Tanpa suntikan tersebut, risiko bayi mengalami VKDB berkisar antara 1 banding 14.000 hingga 1 banding 25.000 kelahiran. Dengan injeksi vitamin K, risikonya turun menjadi kurang dari 1 banding 100.000.

Gejala bayi kekurangan vitamin K yang perlu diwaspadai

Salah satu hal paling berbahaya dari VKDB, yakni sering kali tidak ada gejala awal yang jelas sebelum kondisi memburuk.

Banyak bayi terlihat normal, lalu tiba-tiba mengalami perdarahan serius. Namun, orang tua tetap perlu mengenali tanda-tanda yang mungkin muncul. Berikut ini gejalanya, seperti dikutip dari laman CDC:

  • Memar, terutama di area kepala dan wajah.
  • Mimisan atau perdarahan dari tali pusar.
  • Kulit tampak lebih pucat dari biasanya.
  • Bagian putih mata tampak menguning setelah usia 3 minggu.
  • Tinja berdarah, hitam pekat, atau seperti aspal.
  • Muntah darah.
  • Rewel berlebihan, kantuk ekstrem, kejang, atau muntah berulang yang bisa menandakan perdarahan di otak.

Jika tanda-tanda tersebut muncul, bayi harus segera dibawa ke fasilitas kesehatan. Penanganan cepat sangat penting karena keterlambatan dapat berakibat fatal.

Jadi, defisiensi vitamin K merupakan kondisi medis yang dapat menyebabkan kecacatan permanen bahkan kematian. Oleh karena itu, langkah pencegahan sejak lahir menjadi sangat penting.

(rti) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]