Kurang Minum Air Bisa Bikin Kamu Jadi Gampang Marah, Emang Iya?
Pernah merasa lebih mudah marah, lelah, atau sulit fokus saat kurang minum air? Ternyata kondisi ini bukan sekadar perasaan.
Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa dehidrasi atau kekurangan cairan memang dapat memengaruhi suasana hati dan fungsi otak.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dikutip dari laman Kementerian Kesehatan (Kemenkes), sekitar 60 persen berat tubuh manusia adalah air, sesuai dengan berat tubuhnya. Hal ini menunjukkan keseimbangan cairan sangat penting bagi berbagai fungsi tubuh, termasuk kerja otak.
Psikolog dari Cleveland Clinic, Susan Albers mengatakan bahwa hidrasi memiliki pengaruh besar terhadap kondisi mental seseorang.
"Saya biasanya menanyakan berapa banyak air yang diminum seseorang ketika mereka datang berkonsultasi, karena asupan air dapat memengaruhi suasana hati dengan sangat kuat, sama seperti makanan dan tidur," kata Albers.
Ia menambahkan, seseorang bahkan tidak perlu memiliki gangguan kesehatan mental tertentu untuk merasakan dampak dari dehidrasi.
"Orang tidak perlu memiliki diagnosis gangguan mental agar dehidrasi dapat memengaruhi suasana hati. Banyak gejalanya memang ringan, tetapi tetap signifikan. Jika digabungkan, dampaknya bisa cukup besar," ujarnya.
Mengapa kurang minum bisa memengaruhi mood?
Ketika tubuh kekurangan cairan, beberapa proses biologis di dalam tubuh dapat berubah. Salah satunya adalah ketidakseimbangan hormon.
Saat dehidrasi, tubuh dapat memproduksi lebih banyak hormon stres kortisol. Pada saat yang sama, produksi hormon yang berkaitan dengan rasa senang seperti serotonin, dopamin, dan oksitosin dapat menurun.
Ketidakseimbangan hormon ini dapat membuat seseorang merasa lebih mudah marah, sedih, atau kelelahan.
"Ketika kadar kortisol meningkat, tubuh masuk ke mode fight-or-flight. Saat itu seseorang bisa merasakan gejala yang mirip dengan kecemasan," jelas Albers.
Beberapa gejala yang bisa muncul antara lain:
- detak jantung lebih cepat,
- napas lebih cepat,
- berkeringat,
- otot terasa tegang.
Gejala tersebut bisa membuat seseorang merasa tidak nyaman secara emosional, bahkan ketika sebenarnya tidak sedang mengalami kecemasan.
Pengaruh dehidrasi terhadap suasana hati juga ditemukan dalam penelitian yang dipublikasikan di The Journal of Nutrition, Investive Behaviour and Neurosciences.
Dalam penelitian tersebut, para peneliti menemukan bahwa perempuan yang mengalami dehidrasi ringan dengan kehilangan sekitar 1,36 persen massa tubuh sudah menunjukkan perubahan pada suasana hati.
Lihat Juga : |
Peserta penelitian melaporkan peningkatan rasa marah, kelelahan, serta penurunan energi dan semangat dibandingkan ketika mereka berada dalam kondisi hidrasi normal.
Selain itu, wanita juga mengalami penurunan kemampuan berkonsentrasi, peningkatan sakit kepala serta tugas terasa lebih sulit dilakukan.
Bisa memicu brain fog
Kurang minum juga dapat memengaruhi fungsi kognitif, yaitu kemampuan otak untuk berpikir, fokus, dan mengambil keputusan.
Ketika tubuh dehidrasi, keseimbangan elektrolit seperti natrium, kalium, magnesium, dan kalsium dapat terganggu. Padahal, mineral ini berperan penting dalam mengatur komunikasi antar sel saraf di otak.
Akibatnya, seseorang bisa mengalami brain fog, rasa di mana otak sulit berpikir jernih maupun berkonsentrasi.
Ilustrasi. Kurangnya asupan cairan bisa memperburuk suasana hati. (iStockphoto/Khosrork) |
Beberapa fungsi otak yang bisa terganggu antara lain:
- perhatian dan fokus,
- kemampuan belajar,
- memori,
- kecepatan memproses informasi,
- pengambilan keputusan.
"Otak membutuhkan cukup cairan agar komunikasi antar saraf dapat berjalan dengan efektif. Menjaga tubuh tetap terhidrasi membantu otak bekerja lebih optimal sehingga seseorang bisa tetap fokus dan berpikir jernih," kata Albers.
Selain berdampak pada emosi dan fungsi otak, dehidrasi juga dapat menyebabkan berbagai keluhan fisik seperti sakit kepala, kelelahan, kram otot, hingga sembelit.
Kondisi fisik yang tidak nyaman ini pada akhirnya juga dapat memengaruhi suasana hati seseorang. Maka dari itu, menjaga tubuh tetap terhidrasi dengan cukup minum air setiap hari dapat menjadi langkah sederhana untuk membantu menjaga kesehatan tubuh sekaligus kestabilan suasana hati.
(anm/asr) Add
as a preferred source on Google


Ilustrasi. Kurangnya asupan cairan bisa memperburuk suasana hati. (iStockphoto/Khosrork)