Orang Tua Harus Buat Larangan Cium Bayi Saat Lebaran, Ini Alasannya

CNN Indonesia
Senin, 16 Mar 2026 07:30 WIB
Ilustrasi. Penting bagi orang tua menerapkan larangan cium bayi saat Lebaran, terutama saat ini kasus campak sedang meningkat di Indonesia. (iStock/damircudic)
Jakarta, CNN Indonesia --

Lebaran atau hari raya Idulfitri menjadi momen spesial bagi banyak keluarga untuk berkumpul dan saling melepas rindu. Namun, kebiasaan mencium bayi saat Lebaran perlu dikoreksi, apalagi saat ini kasus campak sedang meningkat.

Ketua Umum Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), dr. Piprim Basarah Yanuarso, mengingatkan bahwa mencium bayi bisa menjadi salah satu faktor risiko penularan berbagai penyakit.

"Apalagi Lebaran itu ketemu banyak orang ya, para orang tua harus menjaga baik-baik bayinya, terutama dari orang yang tidak dikenal ya," ujar Piprim di Jakarta Timur pada Kamis (12/3) mengutip Detikhealth.

Membuat larangan cium bayi saat Lebaran memang terkesan paranoid, tetapi Piprim menegaskan hal ini penting untuk penjagaan, terutama saat ini kejadian luar biasa (KLB) campak ada di mana-mana.

Di tempat terpisah, hal serupa diungkapkan juga oleh Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Ani Ruspitawati.

"Salah satu pesannya adalah jangan suka memegang atau mencium anak-anak, terutama yang masih bayi dan balita, karena daya tahan tubuhnya masih sangat rentan," kata Ani pada Selasa (10/3) mengutip Detik.

Mengapa penting membuat larangan cium bayi saat Lebaran?

Meski terlihat lucu dan menggemaskan, mencium bayi tanpa izin bisa menimbulkan risiko kesehatan serius.

Merangkum dari berbagai sumber, berikut beberapa penyakit yang bisa menular melalui ciuman dan kontak dekat saat Lebaran:

1. Campak

Virus campak dapat menular lewat percikan droplet, kontak langsung, atau benda yang terkontaminasi.

Virus ini bahkan bisa bertahan di udara hingga dua jam setelah penderita meninggalkan ruangan. Kontak seperti mencium bayi dapat mempercepat penularan virus ini.

2. Herpes Simplex Virus (HSV) Tipe 1

Virus Herpes Simplex (VHS) Tipe 1 dapat menular lewat ciuman. Jika bayi terinfeksi, mereka bisa mengalami luka di bibir, demam, ruam kulit, dan menjadi rewel. Infeksi ini sangat berbahaya bagi bayi yang sistem imunnya masih lemah.

3. Cacar Air

Virus varisela zoster yang menyebabkan cacar air juga dapat menyebar melalui droplet dari orang yang terinfeksi. Bayi yang tertular bisa mengalami demam, kelelahan, dan ruam kulit yang gatal.

4. Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA)

ISPA mudah menular melalui udara atau ciuman dari orang yang batuk atau bersin. Gejalanya dapat berupa demam, batuk, pilek, bahkan kesulitan bernapas yang bisa berakibat fatal jika tidak segera ditangani.

5. Meningitis

Penyakit ini merupakan peradangan pada selaput otak yang disebabkan oleh infeksi bakteri atau virus. Bayi yang terkena meningitis bisa mengalami demam tinggi, kejang, dan penurunan kesadaran, yang sangat berbahaya.

6. Sistem kekebalan tubuh melemah

Bayi belum memiliki sistem imun yang kuat. Hal ini membuatnya lebih rentan terhadap infeksi dari sentuhan orang lain.

Jika seseorang yang sedang sakit menyentuh bayi tanpa mencuci tangan terlebih dahulu, bayi bisa mudah jatuh sakit.

Meskipun mencium bayi sering dianggap sebagai ungkapan kasih sayang, orang tua harus tegas membuat larangan cium bayi saat Lebaran demi melindungi kesehatan anak.

(rti)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK