Tempat-Tempat Liburan di Dubai Sepi, Perang Hantam Industri Pariwisata

CNN Indonesia
Senin, 16 Mar 2026 20:15 WIB
Pemandangan Kota Dubai saat malam hari sebelum perang AS-Israel lawan Iran pecah. (AFP/GIUSEPPE CACACE)
Jakarta, CNN Indonesia --

Setelah serangan balasan Iran yang berkonflik dengan Amerika Serikat-Israel, kota di Uni Emirat Arab (UEA) termasuk Dubai ikut terdampak. Dubai yang konsisten menjadi destinasi yang dipadati turis, kini terlihat sepi karena sektor pariwisata yang melemah.

Sebelumnya, Iran menghujani Uni Emirat Arab dengan serangan rudal dan drone. Akibatnya, bukan hanya merusak sejumlah lokasi di UEA, tapi juga merusak citra mereka sebagai salah satu destinasi teraman di wilayah Timur Tengah.

Di musim puncak liburan, biasanya Dubai tak pernah sepi pengunjung dan selalu menjadi salah satu pusat wisata di UEA. Namun, setelah ketegangan terjadi di Timur Tengah, kini tempat wisata populer di Dubai seperti pasar, pantai, dan jalan-jalan di tepi laut terlihat sepi pengunjung.

Penurunan kunjungan turis terlihat di sejumlah tempat wisata Dubai, termasuk pasar Al Seef hingga pantai di kawasan mewah Burj Al Arab. Pasar terlihat kosong, restoran kehilangan pelanggan, serta jarang ada wisatawan yang berkunjung ke pantai.

Sepinya wisatawan di Dubai adalah dampak langsung dari perjalanan udara yang lumpuh di langit Timur Tengah, karena konflik militer Iran melawan AS-Israel. Kondisi penerbangan yang terganggu menyebabkan sektor pariwisata Dubai mengalami ketidakstabilan.

Kementerian Luar Negeri Inggris telah mengeluarkan peringatan kepada warganya untuk tidak bepergian ke Uni Emirat Arab, kecuali perjalanan penting yang mendesak. Hal tersebut karena di tengah konflik panas yang terjadi saat ini sangat berpotensi terhadap risiko keamanan.

"Menjauhlah dari area di sekitar fasilitas militer. Iran terus menyerang infrastruktur sipil di seluruh wilayah seperti hotel, jalan, jembatan, fasilitas energi, lembaga keuangan, lokasi produksi minyak, sistem air, dan bandara," imbau pihaknya, mengutip Independent.

Di samping itu, banyak maskapai penerbangan global yang membatalkan penerbangan ke dan dari Timur Tengah, karena krisis yang mengkhawatirkan. Namun masih ada sejumlah penerbangan komersial dari UEA yang jumlahnya terbatas.

"Jika tidak ada yang penting dengan keberadaan Anda di UEA, Anda mungkin perlu mempertimbangkan untuk pergi. Bepergian di dalam atau di luar UEA adalah risiko Anda sendiri," sambung Kemenlu Inggris.

Kementerian Pertahanan mengonfirmasi bahwa pertahanan udara Dubai telah menghadapi lebih dari 260 rudal balistik, 15 rudal jelajah dan 1.514 drone yang menyerang Dubai.

Pada 10 Maret 2026, sistem pertahanan UEA telah berhasil menangkis lebih dari 90 persen serangan udara tersebut. Namun, tetap ada segelintir serangan yang terlanjur menghantam lokasi vital di Dubai.

(ana/wiw)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK