Apa Perempuan Bisa Mengalami Mimpi Basah Seperti Laki-laki?

CNN Indonesia
Jumat, 27 Mar 2026 23:30 WIB
Mimpi basah sering kali dikaitkan dengan remaja laki-laki yang mengalami ejakulasi saat tidur. Lantas, apa perempuan bisa mengalami hal serupa?
Ilustrasi. Tak cuma laki-laki, ternyata perempuan bisa mengalami mimpi basah. (Rumaysha Milhania)
Jakarta, CNN Indonesia --

Mimpi basah sering kali dikaitkan dengan remaja laki-laki yang mengalami ejakulasi saat tidur. Namun, banyak orang bertanya-tanya, apakah perempuan juga bisa mengalami mimpi basah?

Jawabannya, ya, perempuan juga bisa mengalaminya. Meski jarang dibicarakan, mimpi basah atau orgasme saat tidur pada perempuan merupakan hal yang normal.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Apa itu mimpi basah?

Melansir dari Healthline, sederhananya mimpi basah terjadi ketika seseorang mengalami ejakulasi atau keluarnya cairan seksual saat tidur. Dalam istilah medis, kondisi ini disebut nocturnal emission atau sleep orgasm.

Mimpi basah biasanya terjadi saat fase tidur REM (rapid eye movement). Pada fase ini, detak jantung dan pernapasan meningkat sehingga aliran darah ke seluruh tubuh, termasuk organ genital, ikut meningkat.

Kondisi tersebut dapat membuat area genital lebih sensitif terhadap rangsangan. Akibatnya, seseorang bisa mengalami orgasme saat tidur, baik disertai mimpi seksual maupun tidak.

Menurut International Society for Sexual Medicine (ISSM), perempuan juga dapat mengalami orgasme. Pada perempuan, pengalaman ini biasanya tidak terlihat sejelas pada laki-laki karena tidak terjadi ejakulasi. Namun, mimpi seksual dapat memicu pelumasan vagina dan orgasme saat tidur.

Studi klasik oleh peneliti seks Alfred Kinsey pada 1953 menemukan bahwa sekitar 70 persen perempuan pernah mengalami mimpi seksual setidaknya sekali dalam hidupnya.

Dalam penelitian tersebut, sekitar 37 persen perempuan mengalami orgasme saat mimpi seksual sebelum usia 45 tahun. Frekuensinya pun tidak terlalu sering, rata-rata sekitar tiga hingga empat kali dalam setahun.

Penelitian lain yang dipublikasikan di The Journal of Sex Research (1986) juga menemukan bahwa sebagian besar perempuan yang mengalami orgasme saat tidur pertama kali mengalaminya sebelum usia 21 tahun.

Penyebab mimpi basah

Mimpi basah dapat terjadi karena berbagai faktor. Salah satunya adalah perubahan hormon, terutama saat masa pubertas. Meskipun begitu, mimpi basah tidak hanya terjadi pada remaja, orang dewasa juga bisa mengalaminya, walaupun frekuensinya berkurang seiring bertambahnya usia.

Selain faktor hormon, beberapa hal lain juga dapat memengaruhi terjadinya mimpi basah, seperti:

  • meningkatnya aliran darah ke organ genital saat tidur,
  • rangsangan seksual sebelum tidur,
  • atau periode lama tanpa aktivitas seksual.

Mimpi basah, baik pada laki-laki maupun perempuan, merupakan hal yang normal. Menurut ISSM, perempuan tidak perlu khawatir jika mengalami orgasme saat tidur. Sebaliknya, jika tidak pernah mengalaminya juga tidak menjadi masalah.

Setiap orang memiliki pengalaman seksual yang berbeda, termasuk saat tidur. Jika mimpi basah terjadi sangat sering atau menimbulkan kekhawatiran, seseorang bisa berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan penjelasan lebih lanjut.

(anm/els) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]