Finlandia Kembali Dinobatkan Jadi Negara Paling Bahagia

CNN Indonesia
Sabtu, 21 Mar 2026 03:00 WIB
Ilustrasi. Finlandia kembali dinobatkan sebagai negara paling bahagia. (CNN Indonesia/ Yohannie Linggasari)
Jakarta, CNN Indonesia --

Finlandia kembali dinobatkan sebagai negara paling bahagia di dunia dalam laporan tahunan World Happiness Report 2026. Namun di balik kabar positif tersebut, laporan ini juga menyoroti sisi lain yang mengkhawatirkan, dampak negatif penggunaan media sosial terhadap kesejahteraan generasi muda.

Laporan yang dirilis oleh Wellbeing Research Centre ini menunjukkan bahwa Finlandia mempertahankan posisinya di peringkat pertama selama sembilan tahun berturut-turut. Negara-negara Nordik lain seperti Islandia, Denmark, Swedia, dan Norwegia juga konsisten berada di jajaran 10 besar.

Keberhasilan negara-negara tersebut dikaitkan dengan kombinasi faktor, mulai dari tingkat kesejahteraan yang tinggi, distribusi kekayaan yang merata, sistem perlindungan sosial yang kuat, hingga harapan hidup yang sehat. Presiden Finlandia, Alexander Stubb, menyebut tidak ada 'ramuan ajaib' di balik kebahagiaan negaranya, melainkan komitmen pada kebebasan, kesetaraan, dan keadilan.

Melansir VN Express, di sisi lain, laporan ini menempatkan Kosta Rika sebagai pendatang baru di lima besar, naik ke posisi keempat. Kenaikan ini disebut tak lepas dari kuatnya ikatan keluarga dan hubungan sosial yang erat di masyarakat.

Namun sorotan utama laporan tahun ini justru tertuju pada generasi muda, khususnya di negara-negara berbahasa Inggris dan Eropa Barat. Dalam satu dekade terakhir, tingkat kepuasan hidup kelompok usia di bawah 25 tahun di wilayah seperti Amerika Serikat, Kanada, Australia, dan Selandia Baru mengalami penurunan signifikan.

Salah satu faktor utama yang diduga berkontribusi adalah penggunaan media sosial dalam durasi panjang. Profesor ekonomi Oxford, Jan-Emmanuel De Neve, yang juga menjadi salah satu penyunting laporan ini, menilai bahwa kebiasaan 'scrolling' berjam-jam telah memengaruhi kesejahteraan mental anak muda.

Dampak ini terasa paling kuat pada remaja perempuan. Laporan tersebut menemukan bahwa gadis berusia 15 tahun yang menggunakan media sosial selama lima jam atau lebih per hari cenderung memiliki tingkat kepuasan hidup yang lebih rendah dibandingkan mereka yang menggunakan dalam waktu lebih singkat.

Menariknya, anak muda yang menggunakan media sosial kurang dari satu jam per hari justru melaporkan tingkat kesejahteraan tertinggi, bahkan lebih tinggi dibandingkan mereka yang tidak menggunakan media sosial sama sekali. Meski begitu, rata-rata remaja saat ini menghabiskan sekitar 2,5 jam per hari di platform digital tersebut.

Peneliti juga menyoroti jenis platform yang paling berpotensi menimbulkan dampak negatif. Media sosial dengan algorithmic feeds, konten visual dominan, dan kehadiran influencer dinilai mendorong perbandingan sosial yang tidak sehat. Sebaliknya, platform yang lebih berfokus pada komunikasi interpersonal cenderung memberikan dampak yang lebih positif.

Meski demikian, hubungan antara media sosial dan kesejahteraan tidak selalu negatif di semua wilayah. Di kawasan seperti Timur Tengah dan Amerika Selatan, penggunaan media sosial yang tinggi tidak selalu diiringi penurunan kesejahteraan. Hal ini menunjukkan adanya faktor budaya dan sosial yang turut memengaruhi.

Laporan ini juga mencatat bahwa untuk tahun kedua berturut-turut, tidak ada negara berbahasa Inggris yang masuk dalam 10 besar negara paling bahagia. Amerika Serikat berada di peringkat 23, Kanada di posisi 25, dan Inggris di urutan 29.

Di bagian bawah daftar, negara-negara yang berada di zona konflik masih mendominasi. Afghanistan kembali dinobatkan sebagai negara paling tidak bahagia, diikuti oleh Sierra Leone dan Malawi.

Disusun berdasarkan survei terhadap sekitar 100.000 responden di 140 negara, laporan ini mengajak dunia untuk kembali meninjau hubungan antara teknologi dan kualitas hidup. Seperti yang disampaikan De Neve, tantangan ke depan adalah mengembalikan esensi "sosial" dalam media sosial itu sendiri.

(tis/tis)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK