Rudal Iran Bikin Pesawat Penumpang Terbesar Dunia Rusak di Dubai

CNN Indonesia
Rabu, 25 Mar 2026 17:45 WIB
Pesawat penumpang terbesar di dunia, Emirates A380, dilaporkan mengalami kerusakan usai terkena serpihan rudal dalam serangan balasan Iran yang menyasar Dubai.
Pesawat Terbesar Dunia Airbus A380 milik maskapai Emirates. (Johannes P. Christo/Anadolu Agency)
Jakarta, CNN Indonesia --

Ketegangan di kawasan Timur Tengah kian berdampak nyata pada sektor penerbangan sipil. Pesawat penumpang terbesar di dunia, Emirates A380, dilaporkan mengalami kerusakan setelah terkena serpihan rudal dalam serangan balasan Iran yang menyasar Dubai, Uni Emirat Arab (UEA).

Berdasarkan laporan Wall Street Journal, Rabu (25/3), insiden ini terjadi saat sejumlah pesawat sedang terparkir di apron Bandara Internasional Dubai.

Selain pesawat maskapai raksasa milik Emirates tersebut, satu unit Saudia A321 dan tiga jet pribadi juga dilaporkan terdampak akibat rontokan material serangan udara di kawasan tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Situasi keamanan yang tidak menentu di pusat penerbangan utama dunia ini memicu gangguan jadwal penerbangan global, termasuk rute dari Indonesia.

Setidaknya dua penerbangan besar terpaksa melakukan pengalihan mendarat (divert), yakni EK 359 (Jakarta-Dubai) yang membawa sekitar 309 penumpang, dialihkan mendarat ke Zayed International Airport di Abu Dhabi.

Kemudian, EK 399 (Denpasar-Dubai) dengan penumpang sekitar 300 orang, dialihkan ke Al Maktoum International Airport.

Otoritas Bandara Dubai sempat menangguhkan seluruh aktivitas penerbangan sebagai langkah preventif.

"Ini adalah tindakan pencegahan untuk memastikan keselamatan seluruh penumpang dan staf," tulis pernyataan resmi otoritas setempat.

Konflik regional ini meledak menyusul serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel ke Iran pada 28 Februari 2026 lalu, yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei.

Sebagai balasan, Teheran meluncurkan gelombang drone dan rudal yang menargetkan Israel serta negara-negara Teluk yang dianggap menampung aset militer AS.

Menghadapi kerentanan ini, Pemerintah UEA kini menerapkan strategi pertahanan udara ketat bagi penerbangan komersial, di antaranya:

- Koridor Udara Khusus: Jalur aman yang ditetapkan khusus untuk pilot maskapai sipil.

- Pengawalan Jet Tempur: Pengerahan jet tempur untuk melindungi pesawat komersial dari ancaman drone.

- Sistem Diversi Cepat: Kesiagaan pengontrol lalu lintas udara untuk mengalihkan rute pesawat secara mendadak jika terdeteksi ancaman.

Hingga saat ini, pihak otoritas belum memberikan kepastian kapan jadwal penerbangan di Dubai akan kembali pulih sepenuhnya. Para pelancong diimbau untuk terus memantau status penerbangan mereka melalui kanal resmi maskapai.

(wiw) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]