Taman di London Heboh, Tupai Nge-Vape Gara-gara Cium Aroma Buah

CNN Indonesia
Kamis, 26 Mar 2026 18:30 WIB
Ilustrasi tupai. (Pixabay/JamesDeMers)
Jakarta, CNN Indonesia --

Seekor tupai terlihat menggunakan rokok elektrik (vape) di Taman Brixton, London, Inggris. Bukan sengaja, tupai ini salah mengira karena vape yang dibuang sembarangan di taman tersebut memiliki aroma buah.

Dalam rekaman video yang viral di media sosial, terlihat tupai berwarna abu-abu yang asyik mengapit vape dengan kedua kakinya dan mengunyah corong plastik vape tersebut. Diyakini hewan itu memungut vape yang dibuang sembarangan, karena ia mengira vape itu adalah buah berdasarkan aromanya.

Para ahli tidak yakin apakah tupai tersebut menghisap cairan di dalam vape, tetapi kemungkinan besar tupai ini diduga tertarik karena mencium aroma buah dari perasa vape.

Jika dulu banyak puntung rokok yang dibuang sembarangan, tetapi tupai dan hewan lain tidak memungutnya karena rokok tidak mengeluarkan bau buah melainkan tembakau. Berbeda dengan sampah vape yang dibuang sembarangan, hewan lebih mungkin tertarik karena produk tersebut memiliki aroma buah-buahan.

"Mereka (tupai) tidak menemukan nikotin di alam liar. Jadi mengonsumsi vape bukan bagian dari kebiasaan alami mereka, karena komponennya tidak mereka temui di alam. Tetapi mereka bisa menggerogotinya dan mengkonsumsi beberapa mikroplastik," ujar seorang ahli tupai merah di Bangor University, Craig Shuttleworth, mengutip The Standard.

Royal Society for the Prevention of Cruelty to Animals (RSPCA) menekankan bahwa insiden ini adalah pengingat bahwa sampah yang dibuang sembarangan sangat berbahaya untuk makhluk hidup lain.

Di samping itu, data dari National Recyling mencatat ada sekitar 1,3 juta rokok elektrik sekali pakai yang dibuang setiap minggunya di Inggris. Ini menunjukkan banyaknya sampah vape yang dibuang sembarangan, dan bisa membahayakan satwa liar.

Sebenarnya, penggunaan rokok elektrik sekali pakai telah dilarang di Inggris sejak Juni 2025. Namun, produsen mendesain ulang perangkat dengan slot USB dan pod sekunder sehingga vape memenuhi syarat karena dapat diisi ulang dan bisa digunakan kembali.

"Pemandangan tupai memegang vape sekali pakai ini adalah pengingat nyata akan bahaya sampah yang dibuang bagi satwa liar. Sayangnya, menurut penelitian sebelum ada larangan penjualan rokok elektrik, sebanyak lima juta rokok elektrik dibuang setiap minggu," jelas seorang juru bicara RSPCA.

Banyak yang akhirnya menjadi sampah di lingkungan, sungai, dan laut kita. Dapat menyebabkan kerusakan pada hewan dan kehidupan laut," sambungnya.

Vape mengandung beberapa bahan kimia berbahaya bagi hewan, termasuk plastik, litium, dan nikotin. Di samping itu, seorang petugas ilmiah RSPCA, Evie Button, membedah vape sekali pakai dan menganalisis mengapa tupai tertarik dengan perangkat ini.

"Hal lain yang mencolok tentang vape yang saya teliti adalah baunya yang kuat bahkan setelah lama digunakan. Yang saya bongkar ini masih memiliki bau blueberry yang kuat setelah lebih dari tiga bulan sejak saya ambil," kata Button.

Ia menambahkan, bukan hanya tupai tetapi hewan peliharaan juga rentan untuk tertarik kepada perangkat vape. Terlebih lagi ada laporan seekor hewan peliharaan mati setelah mengonsumsi cairan vape.

"Kami tahu bahwa anjing khususnya memiliki kepekaan yang tinggi terhadap rasa dan bau manis, dan mereka dapat dengan mudah mengendusnya saat berjalan-jalan. Layanan Informasi Racun Hewan telah menerima 680 laporan tentang hewan peliharaan dan cairan vape sejak 2017, dan 96 persen di antaranya terjadi pada anjing," tuturnya.

(ana/wiw)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK